LBR-laboratory-based research
Permanent URI for this community
Browse
Browsing LBR-laboratory-based research by Title
Now showing 1 - 20 of 101
Results Per Page
Sort Options
Item Analisa Karakteristik Beton Dengan Varian Cangkang Sawit - Batu Pecah(2013-04-17) Kurmiawandy, Alex; GussyafriItem Analisis Daya Saing Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Riau(2013-04-18) Bakce, Djaimi; Hadi, SyaifulSalah satu indikator pencapaian pembangunan daerah dapat diUhat dari tingkat daya saing daerah. Penetapan daya saing daerah dapat juga digunakan untuk memahami permasalahan-permasalahan yang dihadapi untuk mencapai tujuan pembangunan daerah. Tipelogi daya saing daerah dapat dibagi menjadi tiga kategori, yakni rendah, sedang dan tinggi. Secara umum tujuan dari peneiHtin ini adalah untuk memetakan dan menganalisis tipologi daya saing daerah kabupaten/kota di Provinsi Riau. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut digunakan metode analisis komponen utama dan analisis korelasi. Hasil temuan utama dari penelitian ini menunjukkan bahwa daerah dengan kategori tipologi daya saing rendah adalah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Indragiri Hilir. Kabupaten/kota yang termasuk dalam kategori daya saing sedang adalah Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Kuansing, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kampar. Sementara itu, kabupaten/kota yang termasuk dalam kategori daya saing tinggi adalah Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Bengkalis. Indikator transportasi dan komunikasi, aktivitas perekonomian penduduk, dan indikator kesenjangan daerah berkorelasi secara nyata dengan enam indikator daya saing daerah yang dianalisis. Dengan demikian tiga indikator inilah yang perlu diprioritas dalam rangka mempercepat peningkatan daya saing kabupaten/kota di Provinsi Riau.Item Analisis Evaluasi Pengentasan Kemiskinan Melalui Program Pemerintah Di Kecamatan Kerinci Kabupaten Pelalawan(2015-07-30) Sadad, Abdul; Rusli, Zaili; Sahuri, Chalid; SujiantoHampir seluruh instansi terutama pemerintah daerah mengakomodir program pengentasan kemiskinan di dalam program kerjanya. Tentunya berlandaskan pada pemahaman bahwa program yang dilaksanakan memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan, karena pada dasarnya program yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan. Kemiskinan menjadi salah satu ukuran terpenting untuk mengetahui tingkat kesejahteraan suatu rumah tangga. Sebagai suatu ukuran agregat, tingkat kemiskinan di suatu wilayah lazim digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan di wilayah tersebut. Dengan demikian, kemiskinan menjadi salah satu tema utama pembangunan. Keberhasilan dan kegagalan pembangunan acapkali diukur berdasarkan perubahan pada tingkat kemiskinan (Suryahadi dan Sumarto, 2001).Item Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pembangunan Perikanan Propinsi Riau(2015-04-22) Hamid, Hamdi; Tripanti, Melysa; Yulinda, Eni; Arief, Hazmi; Bathara, LamunThis research aims to construct a model of fisheries development in Riau Province. This research focuses specifically on: 1.Analyze the competitiveness and determine the bases sector/non fishery bases in Riau Province. 2. Analyze factors that influence development of fisheries in Riau Province . Based on the LQ analysis, fisheries became the basis sectors in Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai, Siak, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu and Meranti Islands whereas aquaculture has been the basis sector for the District of Kampar , Pelalawan, Rokan Hulu, Kuansing and Pekanbaru . Based on analysis of competitiveness (shift share) indicates that the fisheries sector Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hulu, and Pekanbaru is reside in quadrant I, which means that growth is rapid but not relative competitiveness, while Rokan Hilir, Dumai, Rokan Hulu, Kuansing and Meranti Islands reside in quadrant III, which means that the growth of the fisheries sector is relatively slow and not competitive, so it takes effort to improve the provision of supporting the development of fisheries infrastructure. The results of the econometric model analysis, fishing production influenced by wide of public territorial water and existence of TPI and PPI, whereas aquaculture product influenced by amount of aquaculture household and fish seed production have an effect on to fishery product so that required government support for the provision and support society for aquaculture.Item Analisis Kelembagaan Pemasaran dan Margin Tataniaga Perikanan di Kabupaten Kampar Propinsi Riau(2013-04-17) Ramli, Muhammad; Yulinda, Eni; Bathara, Lamun; Arief, HazmiThis study aims to analyze the marketing agencies and marketing margins kelemak fish are kept in cages. The method used in this study is a survey method. Determination of the respondents in this study conducted a census. From the results it is known that marketing agencies are involved in fish marketing kelemak are local traders and outside the region, local retailers and retailers outside the area. The pattern of coordination between marketing agencies with fish farmers established business cooperation. Made by cash payment system for traders fi-om outside the region and in installments for local collectors. The results of the analysis at each institution obtamed kelemak fish marketing fish that margin trading system kelemak highest obtained traders outside the goal area Jambi Rp.22.000/kg and the smallest traders and retailers Kampar regency Rp. 4000/kg. Marketing margin percentage of fish marketing channels Naumbai kelemak from village to each destination marketing is 23.52% for the purpose of Kampar, 29.72% Pekanbaru purposes, 42.22% and 52.72% Tembilahan purpose Jambi purpose. Benefits received by each institution is Rp 3.060/kg marketing to collectors Kampar, Rp 4.660/kg collecting purposes Pekanbaru, Rp 9.500/kg for collector purposes Tembilahan, Rp18.000 collecting purposes Jambi, Rp 3.567/kg retailers Kampar, Rp 4,500 / kg Pekanbaru retailers, retailers 6.575/kg Rp 6.443/kg retailers Tembilahan and JambiItem ANALISIS KELEMBAGAAN PENYULUHAN PERTANIAN DI KOTA PEKANBARU(2013-04-16) Sayamar, Ery; Arifudin; Kausar; Cepriadi; Rosnita; Yulida, RozaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penyuluhan pertanian di Kota pekanbaru menurut pasal 13, 14, dan 15 UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (UU SP3K). Metode penelitian dilakukan dengan cara survey, dimana wawancara semiterstruktur dilakukan kepada 30 orang responden, yang terdiri dari 15 orang dari Badan Peiaksana Penyuluhan Kota Pekanbaru dan 15 orang dari tiga Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kota Pekanbaru. Data yang terkumpul, ditabuiasi dan dianalisis secara deskriptif. Untuk menganalisis pelaksanaan pasal 13, 14 dan 15 UU SP3K di Kota pekanbam dengan bantuan Likert's Summated Rating (SLR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Badan Peiaksana Penyuluhan Kota Pekanbaru telah melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan baik sesuai dengan pasal 13 UUSP3K ;(2) Dengan belum terljentuknya Komisi Penyuluhan Pertanian Kota Pekanbaru, maka pasal 14 UU SP3K belum dapat dilaksanakan oleh Kelembagaan Penyuluhan Kota pekanbaru; (3) Sedangkan pasal 15 UU SP3K mengenai peran dari BPP, sudah dapat berjalan dengan baik.Item Analisis Kinerja Pelayanan Publik Instansi Pemerintah Di Riau(2015-07-30) Sadad, Abdul; Ernawati; Melani, NurlailaDengan diberlakukannya Undang Undang No. 22 Tahun 1999 dan kemudian dirubah menjadi Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagai penganti Undang Undang No. 5 Tahun 1974, diskusi tentang efektivitas pelayanan publik dalam otonomi daerah menjadi semakin menarik untuk dibicarakan. Permasalahannya karena sudah 2 (dua) kali perubahan undang-undang tersebut dilakukan, namun peningkatan pelayanan publik publik sebagai sasarannya selalu dipertanyakan, bahkan ada diskusi yang membahas bahwa Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 perlu adanya perubahan. Undang-undang ini merupakan implimentasi pasal 18 ayat (1) UUD 1945 yang mengatakan bahwa Negara Republik Indonesia merupakan negara kesatuan yang dibagi atas daerah-daerah propinsi dan propinsi terdiri dari daerah kabupatendan kota yang mempunyai pemerintahan daerah yang diatur dalam undang-undang. Pada pasal 2 ayat (2) menyebutkan bahwa pemerintah daerah propinsi, daerah kabupaten dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut azas otonomi dan tugas perbantuan. Dalam menjalankan otonomi dan tugas perbantuan, kecuali urusan pemerintah pusat, pemerintah daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan lain sesuai dengan ketentuan berlaku. Pada dasarnya, maksud pasal 18 UUD 1945 tersebut adalah mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan pemberdayaan dan peran serta masyarakatItem Analisis Masalah Kesehatan Mental Pada Remaja Di Kota Pekanbaru(2015-04-16) Nauli, Fathra Annis; Jumaini; Elita, VenyAdolescence is a developmental stage in the life cycle of humans are susceptible to a variety of mental problems. The existence of the adolescent problems can be attributed to a lack of self-confidence. The purpose of this study is to determine the factors related to adolescent self confidence using descriptive correlation design with a cross-sectional approach. Research conducted in the District of Kulim District Tenayan Raya Pekanbaru City with 100 total respondents. Sample are taken using proportionate stratified random sampling technique that has been requested to complete a questionnaire that has been tested for the validity and reliability. Based on an analysis using Chi-square test, it is obtained that there are significant relationship (p value < 0.05) between the two variables namely parenting style (p value = 0.00) and peers (p value = 0.000) with adolescent self confidence. Based on the results of this study, it is suggested to public health officials to more understand about the various factors that influence adolescent self confidence, which can be used as a basis for providing health education for the increase adolescent self confidence.Item Analisis Penegakan Hukum Penyalahgunaan Narkoba di Kota Pekanbaru(2013-04-17) Erdiansyah; Erdianto; Mukhlis; Yophi, Saifullah; Ramadhan, DavitUntuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika yang modus operandinya semakin canggih, dalam Undang-Undang ini juga diatur mengenai perluasan teknik penyidikan penyadapan (wiretapping), teknik pembelian terselubung (under cover buy), dan teknik penyerahan yang diawasi (controlled delevery), serta teknik penyidikan lainnya guna melacak dan mengungkap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Dalam rangka mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika yang dilakukan secara terorganisasi dan memiliki jaringan yang luas melampaui batas negara, dalam Undang-Undang ini diatur mengenai kerja sama, baik bilateral, regional, maupun intemasional. Pelaksanaan Penegakan Hukum Penyalahgunaan Narkoba di Kota Pekanbaru telah dilaksanakan dimana pada tahun 2011 penyalahguna narkotika berdasarkan pekerjaan adalah sebagai berikut; pegawai negeri Sipil berjumlah 11 kasus, Polri 17 kasus, Swasta 287 kasus, wiraswasta 383, Petani 38, Mahasiswa 9, Pelajar 16, Buruh 61, pengangguran 24 kasus. Bentuk-bentuk atau jenis penyalahgunaan narkoba di Kota Pekanbaru paling banyak digunakan adalah jenis ganja dan shabu yang merupakan jenis narkoba yang paling terjangkau. Praktek penyalahgunaan narkoba di Kota Pekanbaru di paling banyak di jumpai di tempat-tempat hiburan malam dan cafe-cafe , serta ada juga di hotel-hotel kelas melati. Dengan berlakunya UU No. 35 Tahun 2009 terdapat 3 lembaga penyidik narkotika, yaitu POLRI, PPNS dan penyidik BNN. Hubungan ketiganya menempatkan PPPNS subordinat di bawah Penyidik POLRI dan Penyidik BNN, serta Penyidik POLRI subordinat di bawah Penyidik BNN. Penempatan peranan dan kewenangan Penyidik BNN selain seolah-olah menegasikan peran penyidikan oleh POLRI juga sekaligus memberikan sejumlah kewenangan dalam rangka penyidikan yang jauh lebih luas kepada BNN. Jika mengacu kepada sistem KUHAP, maka lembaga Penyidik BNN adalah lembaga baru dalam sistem peradilan pidana. Tidak jelas apakah penyidik BNN setara dengan PPNS atau setara KPK dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Kalaulah asumsi kedua yang benar, hal tersebut tidaklah serta merta dapat meningkatkan usaha atau strategi pemberantasan tindak pidana narkotika karena wewenang melakukan proses penyidikan ini dimiliki oleh beberapa lembaga sekaligus dikhawatirkan akan terjadi perebutan kewenangan antara lembaga-lembaga tersebut. Selain itu terjadi pula kemungkinan Kedua, yaitu karena semua lembaga ini berfikir lembaga lain juga berwenang melakukan penyidikan, maka ada kemungkinan suatu tindak pidana tidak akan disidik. Faktor-Faktor Yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan Narkoba di Kota Pekanbaru, faktor did sendiri, faktor lingkungan, dan faktor ketersediaan narkoba. Sedangkan upaya mengatasi penyalahgunaan narkoba di Kota Pekanbaru dengan cara upaya preventif dan upaya represif.Item Analisis Penggunaan Strategi Belajar Mata Kuliah Speaking oleh Mahasiswa di Program Studi Bahasa Inggris FKIP Universitas Riau(2015-04-16) Ras, Fakhri; HadrianaBerbagai masalah-masalah dihadapi mahasiswa dalam mata kuliah speaking secara umum dan khusus. Secara umum, mereka bukanlah dari siswa yang mengambil jurusan bahasa sewaktu di SLTA, melainkan mereka berasal dari jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Madrasah Aliah (MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Porsi praktek bahasa Inggris yang mereka alami boleh dikatakan sangat minim sekali dalam jumlah kelas yang tergolong besar dalam satu rombongan belajar (40 orang). Kemudian secara khusus, mereka memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dalam lingkungan pembelajaran Program Studi Bahasa Inggris dimana pada umumnya dosen-dosen menggunakan bahasa Inggris sebagai alat pembelajaran (medium of instruction).Keahlian menerima bahasa (receptive skills) selama di SLTA menjadi modal utama bagi mereka untuk beradaptasi dengan kedaan akademik (academic atmosphere) di Program Studi Bahasa Inggris. Pada umumnya, mereka dapat memahami apa yang disampaikan para dosen secara pasif, tetapi belumlah secara otomatis dapat memberikan respon dalam bentuk oral (oral communication). Pengetahuan tata bahasa (linguistic competence) ditambah oleh sejumlah kosakata, dan pemahaman konten pembicaraan agak sedikit membantu mereka namun belum memeiliki percaya diri yang tinggi untuk melakukan komunikasi secara lisan (oral communication).Item Analisis Perkembangan Tingkat Penggunaan dan Perputaran Uang Serta Pola Pembentukan dan Distribusi Barang Kebutuhan Pokok Penyumbang Inflasi Pasar Tradisional.(2015-04-11) Mayes, AnthonyAnalisis pola pembentukan harga barang kebutuhan pokok penyumbang inflasi pasar tradisional Kota Dumai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola pembentukan harga barang kebutuhan pokok penyumbang inflasi di pasar tradisional pada saat pasokan normal, banyak, serta sedikit. Pola penentuan harga barang kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Dumai, sangat dipengaruhi oleh pasokan barang kebutuhan pokok yang berasal dari produsen atau pengepul di pasar tradisional. Faktor yang dominan dalam penetapan harga jual oleh pedagang tradisional berdasarkan harga pasar tertinggi di pasar tradisional setempat dan harga dari pesaing/penjual lainnya.Item Aplikasi Kontrol Motor Arus Searah Pada Laboratorium Sistem Kendali(2015-03-23) Lysbetti, Noveri; Ervianto, EdyPenelitian ini membahas tentang aspek starting dan breaking (pengereman) dari sebuah motor dc. Dimana pada kenyataannya, banyak motor dc yang menjadi collapse pada starting dan tidak efisiensi pada proses pengereman karena keduanya tidak terencana sejak awal pengoperasiannya. Dalam tulisan ini, penulis memberikan solusi untuk kedua masalah tersebut dengan menambahkan deretan tahanan pada saat starting dan breaking. Dari pengujian yang dilakukan, diperoleh hasil reduksi arus pada saat starting mencapai 90% sehingga mendekati kurva arus ideal. Sementara pada proses breaking, diperlukan hanya 10% waktu pengereman dibandingkan waktu pengereman tanpa suntikan tahanan.Item Aspek Mikro Biologis Dalam Pengolahan Produk Berbasis Ikan(2013-04-18) Mus, Sukirno; Syahrul; Hutahaean, Benget; Sumarto; Kumiawan, Edi; Rahman, MardiyahPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengamh konsentrasi tepung jahe terhadap mutu ikan jambal siam selama penyimpanan suhu dingin . Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, keempat taraf perlakuan yakni Jo (tanpa tepung jahe 0%), Ji (tepung jahe 6%), h (tepung jahe 9%) dan J3 (tepung jahe 12%) berpengamh terhadap nilai organoleptik dan nilai total bakteri psikrofilik, serta tidak ditemukan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus selama penyimpanan suhu dingin. Perlakuan J3 (tepung jahe 12%) mempakan perlakuan terbaik dilihat dari nilai organoleptik (tertinggi), bakteri psikrofilik (terendah), serta bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus (tidak tumbuh) selama penyimpanan suhu dingin.Item Beberapa Aspek Biologi Herpetofauna Di Kawasan Kampus Universitas Riau(2018-08-21) Titrawani, Titrawani; Yusfiati, Yusfiati; Elvyra, RozaUniversitas Riau (UR) memiliki luas wilayah 250 ha dengan areal bangunan sekitar 20 ha dan sisanya berupa ruang terbuka hijau dengan areal hutan kota seluas 50 ha. Ruang terbuka hijau (green open spaces) yang ada dikampus UR merupakan kawasan atau areal permukaan tanah yang didominasi oleh tumbuhan yang berfungsi untuk sarana lingkungan dan pengamanan jaringan prasarana, atau meningkatkan kualitas atmosfer, menunjang kelestarian air dan tanah. Universitas Riau memiliki Arboretum, dengan luas lebih 5,914 ha yaitu suatu lahan yang ditanami berbagai jenis tumbuhan yang bermanfaat untuk keperluan koleksi, penelitian, dan konservasi ex-situ. Selain untuk penelitian arboretum dapat berfungsi sebagai sarana wisata dan pendidikan bagi pengunjung. Pada Arboretum terdapat juga sungai dan waduk (danau) yang selalu dialiri air sepanjang tahun walaupun pada musim kemarau dengan debit air yang lebih kecilItem Bio Ekologi Mikro Algae (Diatom) di Perairan Muara Sungai Mesjid Kota Dumai(2013-04-17) Husien siregar, Sofyan; Mulyadi, Aras; Hamidy, Rasoel; Manihuruk, Tolopan; Abi kusuma, DarnaThe research was conducted from March to June 2012 in water of Mesjid River Estuary of Dumai City Riau Province. The goal of this research is to describe the variations of niunber and composition species of planktonic diatom among the Mesjid River Estuary Water and environmental factors that affect it. Survey method was applied to collect data by observation, measurement and sampling in the field, followed by the identification of diatom samples at Integrated Laboratory of Marine Sciences, Faculty of Fisheries and Marine Science, University of Riau. Total number of epiphytic diatom spesies were 12 species with small variation from river body to mouth estuary. Beside that, there are six species namely Chaetoceros debilis, Planktoniella sp., Pleurosigma normanii, Nitzschia seriata, Coscinodiscus sp., dan Hyalodiscus 5/7.found at all stations. The lowest density of planktonic diatom is found at station 4 (16529 cell/1) and The highest is at station 3 (35420 cell/1). The measurement of water quality parameters shows that the condition of the waters in the Sungai Mesjid of as whole is still in balance, there is no competition for place nor food and water quality middle level of contamination.Item Budidaya Padi Sawah dengan Metode Sri di Desa Padang Mutung Kabupaten Kampar(2013-04-18) Nurbaiti; Tabrani, Gunawan; Zuhri, Elza; Ariani, ErlidaThis study aims to generate growth and good production for varieties grown with SRI methods in the village of Padang Mutung Kampar regency. Research conducted in the village of Padang Mutung Kampar regency. This Research take place during five months from January to May 2011. The experiment was conducted using Completely Randomized Design (RAL) consisting of 4 treatments and 6 replications. The treatment of this research is Batang Gadis varieties are grown by conventional methods (VI) as a control, varieties of Inpari 6 Jete are grown with SRI methods (V2), Inpari 12 varieties are grown with SRI methods (V3) and Batang Gadis varieties grown by SRI method (V4). Data were analyzed using analysis of varience. To see the effect of treatment of control Dunnet test conducted at the level of 5%. Batang Gadis varieties grown with SRI methods of production of dry unhulled gained as much as 1035.33 g / plot (4.02 tonnes / ha) where the result is an increase of 19.05% compared with conventional methods Batang Gadis varieties.Item Dampak Desentralisasi Eiskal Terhadap Dan Disparitas Regiorial Kerniskinan dan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Riau(2013-04-16) Basri, SyafrilPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak desentralisasi fiskal terhadap disparitas antara daerah di Provinsi Riau, mengetahui dampak desentralisasi fiskal terhadap sumber disparitas antara daerah di Provinsi Riau, Merumuskan kebijakan yang harus ditempuh untuk mengurangi disparitas antara daearah di Provinsi Riau berkaitan dengan desentralisasi fiskal. Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Riau yang meliputi 12 wilayah yaitu 2 kota dan 10 kabupaten. Metode analisis siklus kemajuan ekonomi digunakan untuk membandingkan laju pertumbuhan ekonomi daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi Riau dan nisbah pendapatan per kapita wilayah dengan pendapatan per kapita Riau. Selanjutnya untuk mengetahui ketimpangan digunakan Indeks variasi Williamson merupakan indikator utama dan juga memperhatikan indikator Theil T sebagai indikator menguraikan disparitas spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah-daerah bukan penerima dana bagi hasil minyak dan gas cenderung lebih maju dengan pertumbuhan dan ratarata pendapatan tinggi. Setelah adanya desentralisasi fiskal, disparitas pendapatan antar daerah di Riau menurun hingga tahun 2006, dan kembali meningkat hingga tahun 2009. Tahun 2010 disparitas kembali mengalami penurunan. Sumber disparitas terutama karena adanya ketimpangan pendapatan di antara daerah di dalam satu kelompok, bukan karena ketimpangan pendapatan antara kelompok daerah penerima DBH migas dengan kelompok bukan penerima. Koefisien disparitas terbesar bersumber dari ketimpangan pendapatan antara daerah-daerah di dalam kelompok penerima DBH migasItem DAMPAK DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP DISPARITAS REGIONAL KEMISKINAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI RIAU(2014-02-21) Mardiana; Basri, Syafril; Taryono; Syapsan; Setiawan, Deny; sari, LapetiPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak desentralisasi fiskal terhadap disparitas antara daerah di Provinsi Riau, mengetahui dampak desentralisasi fiskal terhadap sumber disparitas antara daerah di Provinsi Riau, Merumuskan kebijakan yang harus ditempuh untuk mengurangi disparitas antara daearah di Provinsi Riau berkaitan dengan desentralisasi fiskal. Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Riau yang meliputi 12 wilayah yaitu 2 kota dan 10 kabupaten. Metode analisis siklus kemajuan ekonomi digunakan untuk membandingkan laju pertumbuhan ekonomi daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi Riau dan nisbah pendapatan per kapita wilayah dengan pendapatan per kapita Riau. Selanjutnya untuk mengetahui ketimpangan digunakan Indeks variasi Williamson merupakan indikator utama dan juga memperhatikan indikator Theil T sebagai indikator menguraikan disparitas spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah-daerah bukan penerima dana bagi hasil minyak dan gas cenderung lebih maju dengan pertumbuhan dan rata-rata pendapatan tinggi. Setelah adanya desentralisasi fiskal, disparitas pendapatan antar daerah di Riau menurun hingga tahun 2006, dan kembali meningkat hingga tahun 2009. Tahun 2010 disparitas kembali mengalami penurunan. Sumber disparitas terutama karena adanya ketimpangan pendapatan di antara daerah di dalam satu kelompok, bukan karena ketimpangan pendapatan antara kelompok daerah penerima DBH migas dengan kelompok bukan penerima. Koefisien disparitas terbesar bersumber dari ketimpangan pendapatan antara daerah-daerah di dalam kelompok penerima DBH migaItem DESAIN DAN PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN KARAKTER KELOMPOK MATA KULIAH KEAHLIAN BERKARYA (MKB),MATA KULIAH KEILMUAN DAN KETERAMPILAN (MKK) PADA LABORATORIUM PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UNIVERSITAS RIAU(2014-04-14) Natalina, Mariani; Suryawati, Evi; YustinaPenelitian pengembangan pembelajaran bertujuan, untuk merancang dan mengembangkan model pendidikan karakter pada MKK. Secara keseluran penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu (1) Disain dan pengembangan model pendidikan karakter pada MKK; (2) validasi dan uji coba; (3) implementasi dan evaluasi. Penelitian pada tahun 2012 difokuskan pada inventarisasi nilai karakter pada kelompok MKK (6 mata kuliah). Dilaksanakan pada bulan April sampai September tahun 2012 Data sekunder berupa dokumen Silabus, SAP MKK dianalisis menggunakan format penilaian, dan data primer dari jawaban angket, observasi dan wawancara dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dokumen silabus, dan SAP seluruh dosen pengampu MKK belum mencantumkan nilai karakter. Berdasarkan hasil observasi pada beberapa matakuliah dalam kegiatan pembelajaran dan tugastugas yang diberikan terdapat pemupukan nilai-nilai dan karakter,terutama religius, jujur, toleransi, disiplin, keija keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Penelitian pada tahun 1 ini telah dihasilkan prototype Silabus, SAP dan Lembar Keija Mahasiswa matakuliah Morfologi Tumbuhan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan karakter pada setiap mata kuliah dapat diintegrasikan pada perencanaan pembelajaran dan diaktualisasikan pada kegiatan pembelajaran.Item Desain Dan Pengembangan Model Pendidikan Karakter Kelompok Mata Kuliah Keahlian Berkarya , Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan Pada Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau(2013-04-17) Natalina, Mariani; Suryawati, Evi; YustinaPenelitian pengembangan pembelajaran bertujuan untuk merancang dan mengembangkan model pendidikan karakter pada MKB. Secara keseluran penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu (1) Disain dan pengembangan model pendidikan karakter pada MKB; (2) validasi dan uji coba; (3) implementasi dan evaluasi. Penelitian pada tahun 2012 difokuskan pada inventarisasi nilai karakter pada kelompok MKB (6 matakuliah). Dilaksanakan pada bulan April sampai September tahun 2012 Data sekunder berupa dokumen Silabus, SAP M K B dianalisis menggunakan format penilaian, dan data primer dari jawaban angket, observasi dan wawancara dianalisis secara deskriptif Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dokumen silabus, dan SAP seluruh dosen pengampu MKB belum mencantumkan nilai karakter. Berdasarican hasil observasi pada beberapa matakuliah dalam kegiatan pembelajaran dan tugas-tugas yang diberikan terdapat pemupukan nilai-nilai dan karakter,terutama religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat/ komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. Penelitian pada tahun 1 ini telah dihasilkan prototype Silabus, SAP dan Lembar Kerja Mahasiswa matakuliah Dasar-dasar Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (DDIPA). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan karakter pada setiap mata kuliah dapat diintegrasikan pada perencanaan pembelajaran dan diaktualisasikan pada kegiatan pembelajaran.