LBR-laboratory-based research
Permanent URI for this community
Browse
Browsing LBR-laboratory-based research by Issue Date
Now showing 1 - 20 of 101
Results Per Page
Sort Options
Item Perspektif Kesehatan Reproduksi Remaja Pada Masyarakat Pesisir Sungai Siak(2013-04-16) Irvani Dewi, Yulia; Hasanah, Oswati; Misrawati; Novayelinda, Riri; Lestari, Widia; ErikaUsia remaja dikenali juga dengan istilah masa pubertas. Pada usia ini banyak sekali perubalian yang terjadi baik secara fisik, psikis maupun sosial. Secara fisik, remaja mulai mengalami pematangan organ-organ reproduksi, sehingga penting bagi remaja untuk mulai menjaga kesehatan organ reproduksinya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kesehatan reproduksi pada populasi remaja laki-laki dan perempuan di pesisir sungai siak. Penelitian di lakukan di 3 S M P yang ada di daerah rumbai pesisir. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif sederhana dengan teknik pengambilan data secara cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 415 orang remaja dari 3 S M P di kecamatan Rumbai pesisir yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Dari hasil analisa didapatkan data jumlah responden terbanyak adalah laki-laki sebanyak 50,6%, responden pada usia remaja awal dan remaja pertengahan (12-17 tahun) dengan jumlah terbanyak pada usia 14 tahun (43,6%) dan sebagian besar responen bersuku minang (45.3%). Berdasarkan analisa tentang kesehatan reproduksi, sebagian besar remaja laki-laki kesehatan reproduksinya tergolong baik (79%), demikian juga dengan remaja perempuan baik yang belum maupun yang sudah mengalami menstruasi, rata-rata memiliki kesehatan reproduksi yang baik (55,6% dan 81,25%). Dapat disimpulkan bahwa remaja usia awal dan pertengan di pesisir sungai siak memiliki kesehatan reproduksi yang baik, namun masih diperlukan upaya yang berkelanjutan untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan status kesehatan reproduksi remaja di pesisir sungai siak.Item Model Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Melalui Potensi Sumber Daya Wilayah Pesisir Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Bengkalis(2013-04-16) Hendriani, Susi; Machasin; Marzolina; Lestari Garnasih, Raden; Rifqi, AhmadPengembangan Ekonomi Lokal (PEL) merupakan suatu proses membangun dialog, kolaborasi atau kemitraan para pihak yang meliputi pemerintah daerah, para pengusaha, dan organisasi-organisasi masyarakat local. Ciri utamanya adalah menitikberatkan pada kebijakan "endogenous development", mendayagunakan potensi sumberdaya manusia, institusional, dan fisik setempat. Orientasi ini mengarahkan kepada fokus dalam proses pembangunan untuk menciptakan lapangan keija baru dan merangsang pertumbuhan kegiatan ekonomi.Item Rekayasa Proses Pemanfaatan Biomassa sebagai sumber Energi dan Bahan Kimia(2013-04-16) Zulfansyah; Heliarity, Sri; Iwan Fermi, MuhammadBiomassa merupakan sumber daya alam terbarukan yang dapat dimanfaatkan baik sebagai sumber energi maupun bahan kimia melalui proses yang tepat. Konsep pengolahan biomassa ini dikenal dengan biomass refining yang didefmisikan sebagai proses berkelanjutan biomassa menjadi produk seperti pangan, pakan, bahan kimia, dan bahan bakar. Gerbang proses pengolahan biomassa yang paling populer adalah pulping, yaitu proses pemilahan biomassa menjadi komponen-komponen utama penyusurmya seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Sedangkan gerbang proses lainnya yang berbasis pemanfaatan energi biomassa adalah gasifikasi, yaitu proses konversi biomassa menjadi gas sintesis yang mudah terbakar. Baik pulping maupun gasifikasi saat ini masih memiliki kendala. Proses pembuatan pulp yang ada di Indonesia pada umumnya masih mengandalkan bahan baku kayu hutan yang jumlahnya semakin menipis, serta menggunakan proses kraft yang belum dapat dikategorikan sebagai proses yang ramah lingkungan. Sementara itu, teknologi gasifikasi biomassa yang diyakini merupakan cara terbaik dalam mengkonversi biomassa menjadi bahan bakar belum berkembang.Item Manajemen Keperawatan terhadap Pencegahan Penyakit Diare di Daerah Pesisir Sungai Siak Pekanbaru(2013-04-16) Hasneli, Yesi; Utomo, Wasisto; Rahmalia, SitiThe purpose of this study was to determine the effectiveness of health education about management of using the clean water for the prevention of diarrheal diseases after the floods in coastal areas of the Siak River Pekanbaru. Design of this study was a quasi experimental approach "cross-sectional". The experiment was conducted in the Puskesmas Rumbai conducted \ in March and May 2012. Research procedures that provide health education in the intervention group (15 person) on water management for the prevention of diarrheal diseases after the flood and after it was given the post test questions. The control group after being given a pre-test questions are not given health education and immediately following the treatment process at the health center and after treatment given post test questions. The results were in the control group p value is 0.719, which means that there is an increase in knowledge of the respondents and in the intervention group p value is 0.001, which means there is an increased knowledge of the respondent after health education about water management for the prevention the prevention of diarrheaItem Optimalisasi produksi enzim selulase isolat selulolitik yang diisolasi dari Sungai Siak(2013-04-16) Haryani, Yuli; Jose, Christine; dahliaty, andi; devi, silveraIsolates of S-16 and S-22 are some of the local strains producing cellulases that have been isolated from the Siak River water. Cellulase enzyme can be degrades of cellulosewaste containing that enable for the processing of waste to economically priced products such as glucose. In this research, optimization of the production of cellulase enzymes from isolates of S-16 and S-22 with a variety of media composition, temperature and concentration of carbon source production. The quantitative assay for enzyme activity was determined by Nelson Somogyi method with carboxymethyl of cellulose (CMC) as a substrate. The highest cellulase enzyme activity of S-16 obtained in a media production (KH2P04; MgS04.7H20; NaN03; CaC12; NaCl; CMC) of 88x10-3 U / mL, and the optimum concentration of source of carbon at 1% obtained for 50.36 xlO-3 U / mL, whereas of S-22 obtained in a media production (KH2P04; MgS04.7H20; FeS04.7H20; NaN03; KCI; CMC) of 14x10-3 U / mL, and the optimum concentration of sources of carbon at 1% obtained for 14 , 7x10-3 U / mL. Comparison of cellulase enzyme activity of isolate S-16 and S-22 by using Duncan test multiple range at level 5%.Item ANALISIS KELEMBAGAAN PENYULUHAN PERTANIAN DI KOTA PEKANBARU(2013-04-16) Sayamar, Ery; Arifudin; Kausar; Cepriadi; Rosnita; Yulida, RozaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penyuluhan pertanian di Kota pekanbaru menurut pasal 13, 14, dan 15 UU No. 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (UU SP3K). Metode penelitian dilakukan dengan cara survey, dimana wawancara semiterstruktur dilakukan kepada 30 orang responden, yang terdiri dari 15 orang dari Badan Peiaksana Penyuluhan Kota Pekanbaru dan 15 orang dari tiga Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kota Pekanbaru. Data yang terkumpul, ditabuiasi dan dianalisis secara deskriptif. Untuk menganalisis pelaksanaan pasal 13, 14 dan 15 UU SP3K di Kota pekanbam dengan bantuan Likert's Summated Rating (SLR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Badan Peiaksana Penyuluhan Kota Pekanbaru telah melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan baik sesuai dengan pasal 13 UUSP3K ;(2) Dengan belum terljentuknya Komisi Penyuluhan Pertanian Kota Pekanbaru, maka pasal 14 UU SP3K belum dapat dilaksanakan oleh Kelembagaan Penyuluhan Kota pekanbaru; (3) Sedangkan pasal 15 UU SP3K mengenai peran dari BPP, sudah dapat berjalan dengan baik.Item Dampak Desentralisasi Eiskal Terhadap Dan Disparitas Regiorial Kerniskinan dan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Riau(2013-04-16) Basri, SyafrilPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak desentralisasi fiskal terhadap disparitas antara daerah di Provinsi Riau, mengetahui dampak desentralisasi fiskal terhadap sumber disparitas antara daerah di Provinsi Riau, Merumuskan kebijakan yang harus ditempuh untuk mengurangi disparitas antara daearah di Provinsi Riau berkaitan dengan desentralisasi fiskal. Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Riau yang meliputi 12 wilayah yaitu 2 kota dan 10 kabupaten. Metode analisis siklus kemajuan ekonomi digunakan untuk membandingkan laju pertumbuhan ekonomi daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi Riau dan nisbah pendapatan per kapita wilayah dengan pendapatan per kapita Riau. Selanjutnya untuk mengetahui ketimpangan digunakan Indeks variasi Williamson merupakan indikator utama dan juga memperhatikan indikator Theil T sebagai indikator menguraikan disparitas spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah-daerah bukan penerima dana bagi hasil minyak dan gas cenderung lebih maju dengan pertumbuhan dan ratarata pendapatan tinggi. Setelah adanya desentralisasi fiskal, disparitas pendapatan antar daerah di Riau menurun hingga tahun 2006, dan kembali meningkat hingga tahun 2009. Tahun 2010 disparitas kembali mengalami penurunan. Sumber disparitas terutama karena adanya ketimpangan pendapatan di antara daerah di dalam satu kelompok, bukan karena ketimpangan pendapatan antara kelompok daerah penerima DBH migas dengan kelompok bukan penerima. Koefisien disparitas terbesar bersumber dari ketimpangan pendapatan antara daerah-daerah di dalam kelompok penerima DBH migasItem Diabetes Melitus(2013-04-16) Masdar, Huriatul; Rosdiana, Dani; Chandra, FifiaMeningkatnya angka diabetes melitus dari tahun ke tahun di Indonesia merupakan suatu masalah kesehatan yang cukup serius, terlebih lagi adanya diabetes melitus ini sering tidak disadari oleh penderitanya karena belum adanya keluhan secara klinis (undiagnosed diabetes mellitus). Skrining kadar gula darah perlu dilakukan untuk mendeteksi adanya diabetes melitus. Pemeriksaan kadar gula darah puasa secara enzimatis telah dilakukan pada PNS Sekretariat Daerah Provinsi Riau. Dari 43 subjek yang belimi pemah didiagnosis diabetes baik secara klinis maupun laboratoris, 2,3% teridentifikasi sebagai diabetes, 4,7% sebagai penderita glukosa darah puasa terganggu dan 93% bukan diabetes.Item Evaluasi Karakter Fenotipik dan Upaya Pengembangan Tanaman Padi Lokal Melalui Persilangan dan Mutasi Bantuan(2013-04-16) NihayatuI Wahibah, Ninik; Herman; Indriyani Roslim, DewiAngka Tetap (ATAP) produksi padi tahun 2010 sebesar 574.864 ton padi Gabah Kering Giling (GKG) atau meningkat dibanding produksi padi pada tahun 2005 sebesar 425.095 ton/lia (BPS 2011). Peningkatan produksi padi tersebut belum mencukupi kebutuhan konsumsi beras penduduk Riau sebesar 659.610 ton/ha. Hal ini menyebabkan tingginya ketergantungan pasokan beras dari Provinsi lain seperti Sumatera Barat atau Sumatera Utara. Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, pemerintah Provinsi beserta pemerintah Kabupaten se Riau mengeluarkan kebijakan peningkatan produksi beras. Kebijkan tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk program ekstensifikasi maupun intensifikasi. Upaya ekstensifikasi dilakukan dengan mengembangkan areal pertanian seperti mengembangkan varietas padi pada lahan gambut yang banyak terdapat di Provinsi Riau. Usaha intensifikasi dilakukan dengan cara perbaikan varietas padi melalui pengembangan galur-galur yang mempunyai potensi produksi tinggi dengan biaya minimal.Item Pelayanan Kesehatan Perkotaan di Kota Pekanbaru(2013-04-16) Razif, MuhammadSalah satu tujuan pembangunan kesehatan di provinsi Riau adalah riau sehat 2020. Dengan rumusan ini dimaksudkan bahwa pada tahun 2020 kelak masyarakat riau sudah dalam lingkungan yang sehat serta dapat memilih, menjangkau dan memanfaatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan adil sehingga memiliki derajat kesehatan optimal. Dalam Riau sehat 2020, lingkungan yang diharapkan adalah yang kodusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan pemukiman yang sehat serta perencanaan kawasan yang berwav^asan kesehatan. Indikator kesehatan merupakan salah satu sarana untuk memantau peno^ian riau sehat 2020 dan evaluasi tahunan terhadap kineija kegiatan dalam mencapai riau sehat 2020. Untuk ituan mengacu pada indikator Indonesia sehat dan maka kota pekanbaru perlu menetapkan indikator sehat dengan mengacu pada indikator indinesia sehat dan indikator kkineija standar pelayanan minimal bidang kesehatan.Item Karakterisasi Material dan Spektroskopi Impedansi(2013-04-16) Umar, Lazuardi; Yanuar; Emrinaldi, TengkuAbstract— This work present a low cost soil moisture sensor based on impedance spectroscopy by means of magnitude ratio and phase difference detection method. For this purpose, a probe which uses a simpliried impedance measuring system to determine soil water content has been designed. The circuit sweeps at pre-programmed frequencies from 10 KHz to lOMHz with lOmVac amplitude. A local inceptisol soil of East Sumatra was especially selected for this investigatioa because measurements of soil moisture in peat swamp area were generally reported as difficult ones. A sample at defined soil moisture of 2%, %"/», 15% measured using commercial soil sensor Lutron PMS-7i4 was characterized. A corrected model has been developed in order to reject the frequency influence upon the measurement. The results obtained by the sensor show good results with an overall mean error of0.207% in impedance.Item Penelitian Akses Keuangan Petani Perkebunan Terhadap Jasa Keuangan Formal Di Kabupaten Indragiri Hulu(2013-04-16) Rifai, Ahmad; Heriyanto, Meizy; Wasnury, RendraAgriculture is a sector that has unbelievably important role in the economy. Agriculture and rural areas is an integral and inseparable. Agriculture is the main component that sustains rural and urban life in Indonesia in general and especially Indragiri Hulu regency. What happens in pertaniaan will directly affect rural development and vice versa. One of the agricultural sub-sectors experienced very rapid growth is sub Riau dipropinsi plantation sector. In Indragiri Hulu regency, there are 9 types of commodities that are grown; rubber, coconut, oil palm, cocoa, coffee, areca nut, pepper, palm, involving as many as 90,092 households. Under these conditions, smallholders have limitations to improve productivity due to limited working capital and investment in development. The research aims to indetified, the types of financing from formal financial institutions and non-formal plantation farmers still used to this day, and formulate policy recommendations to improve farmers' access to capital from the estate of formal financial institutions.Item Domestikasi Ikan Lokal Riau(2013-04-16) M Tang, UsmanThis research was executed from October to November 2010 in the Sei Tibun, Padang Mutung Village, Kampar Regency, Riau Province. This research aims to understand the most approriate technology for growing Ompok hypopthalmus. A C RD design was applied in this research, 3 cages were placed in the current water and 3 other cages wereset in the still water. In each cage, 33 fishes were reared. Fishes were feed on conimercial pellets, 10% of total body weight. Fishes were kept for 45 days. Parameters measured were body weight, body / day length, daily body weight increment, Food Consumption Rate and survival rate. Results shown that there was no diffference in all parameters measured. By the end of the experiment, absolute body weight of the fishes was 3,51- 3.79 g, body length 6.55 - 6.94cm, daily weight increment 2.94-3.21%, F CR 32.41-32.92%, and survival rate was 100%. Based on data obtained, it can be concluded that O. hypopthalmus can be reared in the floating cages that were placed in current and still water.Item Karakteristik Vegetasi Akuatik Pada Habitat Ikan Selais(2013-04-16) Nurdin, Syafril; Yuliati; EfawaniThe research of charactristic of aquatic plants at silais habitat should be conducted because they have important roles to protect selais sustainability. This study was conducted in maret-agustus 2012, and purpusive were to identify species of aquatic plants and biomass in segati river. Sampling were conducted using quadrate transects oflxlm.A total of spesies of aquatic plants were found and there divided into three group based on their morphoecology i.e. emergent, free floating , and free sub merged. Emergent group was the most predominant (five species) followed by free floating (two species), free sub merged (one species). Pandanus tectorius (emergent) had the higest density and biomassItem Diversifikasi Pengolahan Ikan Patin Sebagai Produk Unggulan Daerah(2013-04-17) Desrnelati; Suparmi; Dahlia; saputra, Joni; Alvian; ElitaIkan patin merupakan ikan hasil budidayakeyang produksinya hampir meningkat setiap tahunnya, biasanya ikan ini dijual dalam keadaan segar dan juga dalam bentuk oiahan dan jenis olahannya berupa ikan asap dan ikan asin.Nilai ekonomis ikan patin sebenarnya dapat ditingkatkan apabila dilakukan pengolahan 4 dengan benar melalui berbagai cara pengolahan ikan. Salah satu cara pengolahan tersebut pembuatan dendeng ikan patin. Dendeng ikan adalah jenis makanan awetan yang dibuat dengan cara pengeringan dengan menambahkan garam, gula, lengkuas, asam jawa, bubuk ketumbar, bawang putih, bawang merah untuk memperoleh rasa yang diinginkan. Untuk mengelolah ikan patin yang berukuran menjadi dendeng maka diperlukan teknologi restrukturisasi. Daiam proses pembuatan dendeng peningkatan kualitas penerimaan terhadap tekstur merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan penambahan bahan pengisi dan pengikat untuk memperbaiki tekstur dendeng. Salah satu bahan yang dapat dijadikan bahan pengikat dalam pembuatan dendeng ikan patin adalah tepung tapioka.Item Manajemen dan Teknologi Perikanan Tangkap Di Perairan Pambang Bengkalis(2013-04-17) Brown, Arthur; Parengrengi; Bustari; Huri, EryanPenelitian ini bertujuan menganalisis komposisis hasil tangkapan rawai secara keseluruhan (kg), jenis, dan jumlah hasil tangkapan (ekor) pada waktu pagi dan siang hari. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survai. Hasil tangkapan yang diperoleh oleh alat tangkapan rawai selama penelitian terdiri dari 6 spesies yaitu: ikan malong/kelampai (Muraenesox sp), ikan layur (Trichiurus lepturus), ikan pari (Trygon sephen), jenak/merah (Lutjanus sp), ikan gerut (Pomadasis sp), dan ikan duri (Arius sp). Selama lima hari penangkapan diperoleh hasil penangkapan rawai pada pagi hari 28.7 kg atau 13 ekor dan pada siang hari 8.7 kg atau 3 ekor. Dari uji t diketahui nilai thu = 2.63 > t,ab = 2.132, atau terdapatperbedaan hasil tangkapan rawai pada waktu pagi dan siang hari. Hasil Chi Square antara hasil tangkapan yang dihitung perhari, menmjukkan nilai chi square hitung adalah 10.0168 dan nilai tabel pada significant 0.05 dan dk 4 adalah 9.49. Nilai hitung > )^ tabel, dengan demikian H^o ditolak dan H^i diterima, dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan komposisi hasil tangkapan rawai pada waktu pagi dan siang har.Item Karakterisasi I-V Tanah dan Mikrostruktur Feroelektrik Material BaTiO3(2013-04-17) Nanda Setiadi, Rahmondia; Dewi, Rahmi; KrismanTanah adalah suatu benda alami yang terdapat di permukaan kulit bumi yang tersusun dari bahan mineral sebagai hasil pelapukan bebatuan dan bahan organik sisa-sisa tanaman dan hewan. Tanah sangat berperan penting dalam pertumbuhan tanaman, oleh karena itu semua makhluk di bumi sangat tergantung pada tanah. Tanah perlu dijaga kondisi dan keseimbangan kandungan nutrisinya. Penurunan produktivitas tanah dapat terjadi karena adanya faktorfaktor yang dapat menurunkan tingkat produktivitas tersebut, diantaranya adalah erosi yang terus-menerus dapat mengakibatkan terkikisnya lapisan tanah yang subur, bencana alam, sistem ladang berpindah, dan Iain-lain. Tanah memiliki fungsi yang sangat vital dalam penyediaan bahan pangan bagi manusia dan juga bagi makluk hidup lainnya. Fungsi-fungsi tersebut membawa konsekuensi bahwa tanah sebagai pelindung tanaman dari serangan hama penyakit dan dampak negatif pestisida maupun limbah industri berbahaya.Item Pengembangan Model Pembelajaran Melalui Pengembangan Karakter Kelas Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau(2013-04-17) Riadi; Syabrus, Hardisyem; NgadlanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pendidikan karakter bisa diterapkan pada model pembelajaran Drill berbasis komputer pada mata kuliah tekhnik pengoiahan data. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang melibatkan 41 orang mahasiswa pada kelas pendidikan akuntansi sub program studi pendidikan ekonomi. Dalam hal ini siklus penelitian adalah sebanyak 2 (dua) sikius dengan terdiri dari masingmasing 2 (dua) kali pertemuan. Dari hasil penelitian dapat disimpuikan bahwa terdapat ketuntasan belajar secara individual dan klasikal pada mata kuliah Tekhnik Pengoiahan Data (TPD) Bisnis sudah berjalan baik. Di samping itu pula terdapat nilai-nilai karakter pendidikan yang muncul seperti kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, kerjasama, saling menghormati, kepercayaan, apresiasi kebhinekaan serta semangat belajar dan bekerja. Nilainilai karakter tersebut bisa dibina dengan memperhatikan kaidah-kaidah yang ada.Item Peningkatan Kesehatan Keluarga Melalui Intervensi Keperawatan di Keluarga(2013-04-17) Jumaini; Agrina; Zulfitri, Reni; Elita, Veny; Wahyuni, SriTujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan suku budaya dengan pola komunikasi keluarga di wilayah pesisir di wilayah kerja Puskesmas Rumbai Pekanbaru. Desain yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan Cross-sectional. Sampel sebanyak 450orang yang memenuhi criteria inklusi . Analisa data pada penelitian ini bersufat univariat dan bivariat( uji chi-square). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara suku budaya dengan pola komunikasi dalam keluarga (pvalue>0.05). Perlu dikembangkan penelitian pengaruh komponen-komponen yang ada dalam budaya dikaitkan dengan pelaksanaan komunikasi dalam keluarga fungsi efektif keluarga dapat tercapai.Item Teknologi Budi Daya Ikan Selais (Ompok hypopthalmus)(2013-04-17) M. Tang, Usman; Mulyadi; Rusliadi; Iskandar; Rifandi, RahmatThe research was conducted from April until June 2012 at Aquacukure Technology Laboratory Fisheries and Marine Science Faculty o f Riau University. The aim of the research was to improve water quality through the biotllter using taiwanese clam {Anadonta woodiana Lea) on culturing system of silais to increase the growth and survival rate of silais (Ompok hypopthalmus). The method used was experimental method and R A L one factor with 3 level of treatments. The treatment with stocking density of 10. 15 and 20 taiwanese clam {Anadonla woodiana Lea) respectively. The result indicated that different stocking density of taiwanese were have significantly effect on water quality (NH3),.growth rate and survival rate of silais {Ompok hypopthalmus). The best result was achieved by 20 taiwanese clam (Anadonta woodiana Lea). Total absolute body weight of silais was 9.53 grains, daily growth rate o f 2,18 % and survival rate of 100%.