Browsing by Author "Ernawaty, Ernawaty"
Now showing 1 - 9 of 9
Results Per Page
Sort Options
Item Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Usaha Pengelolaan Dan Resolusi Konflik Sosial Di Kabupaten Pelalawan(wahyu sari yeni, 2018-08-24) Sadad, Abdul; Ernawaty, Ernawaty; Rusli, Zaili; Yuliani, Febri; Meilani, NurlailaKonflik sosial di Kabupaten Pelalawan tergolong kepada konflik laten. Konflik yang dominan terjadi di Kabupaten Pelalawan adalah konflik sumber daya alam kawasan perkebunan, tapal batas, dan dan diikuti oleh konflik sosial lainnya. Konflik perkebunan misalnya terjadi disebabkan oleh kebijakan yang terlalu memihak dari pemerintah berupa pemberian izin dan konsesi kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan dan pertambangan dalam skala luas. Konflik-konflik tersebut menjadi meluas karena pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi, salah satunya dengan membuka perkebunan-perkebunan baru kelapa sawit, baik di atas tanah-tanah yang diklaim masyarakat sebagai tanah ulayat, maupun dengan mengkonversi hutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana penanggulangan konflik sosial, siapa saja pihak yang terlibat dalam penanggulangan konflik sosial, serta bagaimana penyelesaian konflik tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitian berupa wawancara mendalam, observasi (pengamatan) dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi usaha pengelolaan dan resolusi konflik sosial pemerintah yakni faktor hukum, dimana sampai saat ini belum ada SOP yang jelas mengenai suatu pengelolaan konflik sosial yang terjadi. Kedua, faktor kurangnya anggaran, beberapa kegiatan yang akan diusahakan oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam pengelolaan konflik selama ini dihadapkan dengan kurangnya anggaran sehingga pemerintah daerah cenderung melakukan usaha yang bersifat insidensial. Ketiga, faktor kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah sebagai praktisi pengelola konflikItem Implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengolahan Sampah Dipekanbaru(2018-08-24) Ernawaty, ErnawatyImplementasi Undang-undang No. 18 tahun 2008 adalah tentang pengelolaan sampah, diserahkan kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Pekanbaru dapat bekerjasama dengan pihak swasta dalam pengelolaannya sebagai mitra kerja. namun kenyataannya Undang-undang No. 18 tahun 2008 kurang optimal dalam pelaksanaannya. Hal ini dapat diketahui dari indikator variabel penelitian ini, yaitu tanggapan responden sebanyak 32 orang (40,51%) yang memberikan tanggapan bahwa kurangnya komunikasi antara pengelolaa dengan mitra kerja maupun dengan masyarakat, selanjutnya tanggapan responden sebanyak 30 orang (37,98%) yang memberikan tanggapan bahwa kurang optimalnya para implementor memberikan informasi kepada instansi terkait maupun kepada masyarakat, tanggapan responden mengenai struktur birokrasi juga kurang baik yaitu sebanyak 38 orang responden (48,10%) yang memberikan tanggapannya. Hal ini dikarenakan kurang jelasnya pembagian tugas antara instansi terkait dengan pengelola penanganan sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Undangundang No. 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah dan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat implementasi Undang-undang No. 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Penelitian ini dilakukan sebagai informasi bagi Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Badan Lingkungan Hidup Kota Pekanbaru mengenai implementasi Undang-undang No. 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, dengan adanya penelitian ini instansi terkait hendaknya dapat melaksanakan wewenang yang telah diberikan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mengimplementasikan Undang-undang No. 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampahItem Implementation Of Law Number 18 Year 2008 Regarding Waste Management(wahyu sari yeni, 2018-08-24) Ernawaty, ErnawatyThe comsumtion patterns of hight society will impact on the amount of production waste generated, no exeption to that occurring in the District North ekanbaru. The District Pekanbaru as one of the District in the Pekanbaru City lot of rubbish both derived from household waste and non-household. The trashy are not managed properly will lead to a variety of diseases that can be contracted in the community and reduce the beaty of the city. Therefore, Pekanbaru manicipality passed a law number 18 year 2008 on waste management. Purpose of this research is to investigate the implementation of regional regulation number 18 year 2008 in waste management in the Disteict of the Pekanbaru City. Used theoretical consepts using theoris Edwars that covers aspect of communication, resources, disposition and bureaucratic structure. This study uses qualitative researches methods to study, descriptive information. In the information collection researcers use interviewing technique, observation and documentation. By using purposive sampling. The result of this research showed that the implementation of legislation waste is still not running optimally because there are still some abstacles. Factor inhibiting factor in the implementation of regional regulation no. 18 of 2008 on waste management in the district of Pekanbaru is policy implementor of garbage worker performance remains low, fasilities and infrastructure that is trash, motor tricycles that is still not enaough and public participation is still lowItem Manajemen Evaluasi Pengelolaan Sampah Di Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru(2018-03-12) Ernawaty, ErnawatyThe existence of garbage on our lifes it can useful if we manage it property. But when we ignore it will be causing bad impacts. This research lacated at district Tampan Pekanbaru city. Analysis that used un this research is descriptive about garbage condition of garbage which on research : Rubbish dump area, Structur organization of processing garbage, data retreval method (infrastructure), marketing of processed garbage from condition of garbage. From result of research was management of evaluation garbage at district Tampan Pekanbaru city, at four difference district didn’t well do yet : This can be known by the respondent answers that collected garbage scheduled is unscheduled therefore garbage stakcs every single day. Because of that garbage need manage or be managed it property, start from Planning of rubbish dumping, structur organization processing garbage, data retreval method, available infrastructure, marketing of recycled garbage become useful.Item Manajemen Pengelolaan Sampah Di Kota Pekanbaru(wahyu sari yeni, 2019-03-21) Ernawaty, ErnawatySampah merupakan suatu bahan yang terbuang atau sengaja dibuang yang berasal dari hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Kota pekanbaru merupakan salah satu kota yang tidak luput dari masalah sampah. Pengelolaan sampah Kota Pekanbaru meliputi perwadahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pembuangan akhir. Pengelolaan sampah saat ini belum menyelesaikan masalah secara optimal. Konsep Pengelolaan sampah yang dilakukan oleh masyarakat kota pekanbaru saat ini kebanyakan hanya dalam konteks pengangkutan sampah dari sumber sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) yang kemudian akan menimbulkan dampak bagi lingkungan dan kesehatan di sekitar TPS berada yang didukung pula dengan perilaku masyarakat yang masih mencampur antara sampah kering dan sampah basah. Jenis Penelitian adalah ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode deskritif. Berdasarkan fakta lapangan dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, studi dokumentasi yang berhubungan dengan tujuan penelitian. Penelitian ini menggunakan teori Handoko yang menyebutkan 4 fungsi manajemen yang diterapkan, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Informan penelitian ini adalah Staff administrasi Bidang Pengelolaan Sampah Kota Pekanbaru, Kepala Seksi Pengelolaan Limbah Padat Domestik Provinsi Riau, dan Ketua Swadaya Masyarakat “Tarai Mandiri’. Untuk tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengelolaan sampah Kota Pekanbaru dan mengetahui faktor – faktor yang menghambat manajemen pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa pengelolaan sampah Kota Pekanbaru belum maksimal, hal ini didasarkan pada konsep penglelolaan sampah yang masih belum berjalan maksimal terhadap perubahan konsep pengelolaan sampah yang lama menuju konsep pengelolaan yang baru dengan menggunakan konsep 3R (reduce, reuse dan recycle) yang dilakukan oleh pemerintah. Adapun faktor penghambat manajemen pengelolaan sampah adalah di karenakan sosialisasi, sarana dan prasarana, dan pengawasanItem Manajemen Pengelolaan Sampah Di Kota Pekanbaru(wahyu sari yeni, 2018-08-24) Ernawaty, ErnawatySampah merupakan suatu bahan yang terbuang atau sengaja dibuang yang berasal dari hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Kota Pekanbaru merupakan salah satu Kota yang tidak luput dari masalah sampah. Pengelolaan sampah Kota Pekanbaru perwadahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pembuangan akhir. Pengelolaan sampah saat ini belum menyelesaikan masalah secara optimal. Konsep pengelolaan sampah yang dilakukan oleh masyarakat Kota Pekanbaru saat ini kebanyakan hanya dalam konteks pengangkutan sampah dari sumber sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) yang kemudian akan menimbulkan dampak bagi lingkungan dan kesehatan di sekitar TPS berada yang didukung pula dengan perilaku masyarakat yang masih mencampur antara sampah kering dan sampah basah. Jenis penelitian ini adalah dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Berdasarkan fakta lapangan dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, studi dokumantasi yang berhubungan dengan tujuan penelitian. Penelitian ini menggunakan teori Handoko yang menyebutkan 4 fungsi manajemen yang diterapkan, yaitu Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, dan Pengawasan. Informan penelitian ini adalah staf administrasi Bidang Pengelolaan Sampah Kota Pekanbaru, Kepala Seksi Pengelolaan Limbah Padat Domestik Provinsi Riau, dan Ketua Swadaya Masyarakat “Tarai Mandiri”. Untuk tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan sampah Kota Pekanbaru dan mengetahui faktor-faktor yang menghambat manajemen pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa pengelolaan sampah Kota Pekanbaru belum maksimal, hal ini didasarkan pada konsep pengelolaan sampah yang masih belum berjalan maksimal terhadap perubahan konsep pengelolaan sampah yang lama menuju konsep pengelolaan yang baru dengan menggunakan konsep 3R (Reduce, Reuce, Recyle) yang dilakukan oleh Pemerintah. Adapun faktor penghambat pengelolaan sampah adalah dikarekan sosialisasi, sarana dan prasarana, serta pengawasanItem Manajemen Strategi Dinas Pariwisata Dalam Program Mengembangkan Objek Wisata Pantai Pesona Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis(wahyu sari yeni, 2019-07-29) Ernawaty, ErnawatyPariwisata memiliki peranan yang sangat potensial dan strategis dalam pembangunan daerah. Bengkalis merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi Riau yang memiliki posisi strategis dalam pengembangan pariwisata pantai karena berhadapan langsung dengan pelayaran internasional, yaitu Selat Malaka dan berada dalam kawasan segitiga pertumbuhan, yakni segitiga pertumbuhan Indonesia – Malaysia – Singapura dan Indonesia – Malaysia – Thailand. Potensi alam Kabupaten Bengkalis yang masih cukup baik, hutan rawa gambut, pantai dan pulau kecil serta potensi suku melayu asli merupakan daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Salah satu dari potensi alam yang terkenal di Kabupaten Bengkalis adalah wisata pantai Teluk Rhu Pulau Rupat. Salah satu objek wisata yang terdapat di Kecamatan Rupat Utara yakni Pantai Pesona. Pantai Pesona Kecamatan Rupat Utara adalah nama yang diberikan masyarakat Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Pantai ini dahulunya memiliki nama yang berbeda-beda sesuai penamaan dari warga masing-masing desa yaitu Pantai Tanjung Lapin, Pantai Tanjung Rhu maupun Pantai Tanjung Punak. Konsep teori yang digunakan pada penelitian ini adalah George R Terry dalam Manullang, yakni dilihat dari fungsi manajemen yaitu Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Pengarahan), Controlling (Pengawasan). Metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengembangan Objek Wisata Pantai Pesona akan mendorongnya terjadi peningkatan pendapatan masyarakat yang pada gilirannya akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Seiring dengan itu, pengembangan objek wisata Pantai Pesona secara langsung atau tidak langsung akan mendorong pertumbuhan dan pengembang wilayah, baik secara fisik, maupun secara sosial, budaya dan ekonomi pada Kecamatan Rupat Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor penghambat dalam pengembangan objek wisata Pantai Pesona Kecamatan Rupat Utara Kebupaten Bengkalis yakni faktor dana atau anggaran, sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, sampai saat ini objek wisata Pantai Pesona belum dapat memberikan kontribusi PAD terhadap daerah.Item Pelaksanaan Pelayanan Publik Di Kecamatan Bangko(2018-08-24) Ernawaty, ErnawatySeiring dengan tuntutan perubahan pada era reformasi dan meningkatkan kebutuhan masyarakat akan pelayanan publik, maka perlu dilakukan perubahan secara mendasar terhadap birokrasi pelayanan publik. Pelaksanaan pelayanan adalah sesuai dengan semangat untuk melakukan reformasi di dalam segala bidang. Untuk mewujudkan hal itu maka pada instansi atau birokasi publik harus dapat melaksanakan prinsip pemerintahan yang baik yang meliputi transparansi, responsivitas, efektivitas dan efisiensi, akuntabilitas dalam setiap aspek penyelenggaraan pelayanan publik yang menjadi tugas dan fungsinya. Berdasarkan fenomena yang dikemukakan tersebut maka perumusan masalah penelitian adalah : 1) Bagaimanakah pelaksanaan pelayanan dalam pelayanan publik di Kecamatan Bangko Kota Bagan Siapi-api, 2) Apa saja faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pelayanan dalam pelayanan publik di Kantor Camat Kecamatan Bangko Kota Bagan Siapi-api. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan dalam pelayanan publik di Kecamatan Bangko Kota Bagan Siapi-api. Penelitian dilalukan di Kecamatan Bangko Kota Bagan Siapi-api, yang mana sebagai informan terdiri dari Camat, pegawai/petugas pelayanan, dan masyarakat setempat, Sedangkan sebagai key informan adalah Camat Kecamatan Bangko Kota Bagan Siapi-api. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara secara terstruktur dan observasi di lokasi penelitian. Jenis dan sumber data adalah data primer berupa data hasil wawarcara serta data sekunder yang diperoleh dari instansi tempat penelitian dilakukan berupa profil kecamatan. Analisis data menggunakan metode deskiptif dengan pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan menemukan bahwa pelaksanaan pelayanan dalam pelayanan publik di Kecamatan Bangko Kota Bagan Siapi-api belum sepenuhnya dapat menerapkan prinsip pelayanan dengan baik yang meliputi transparansi, responsivitas, efektivitas dan efsiensi, alkuntabilitas, dan persamaan hak. Adapun faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pelayanan dalam pelayanan publik di Kecamatan Bangko Kota Bagan Siapi-api adalah belum memadainya sarana dan prasarana pelayanan, kurangnya disiplin kerja pegawai, belum efektifnya kepemimpinan dan pengawasan yang dilakukan camatItem Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Obyek Wisata Alam Di Desa Pulau Gadang Kecamatan Xiii Koto Kampar Kabupaten Kampar(wahyu sari yeni, 2019-07-30) Abdul, Sadad; Sujianto, Sujianto; Ernawaty, Ernawaty; Zulkarnaiani, ZulkarnaianiKebupaten Kampar merupakan salah satu daerah tujuan objek wisata. Umumnya potensi Pariwisata di Kabupaten Kampar belum tergarap secara baik, akan tetapi sangat prospektif untuk dikembangkan. Geografis Kabupaten Kampar yang terdiri dari alam perbukitan dan memiliki keindahan alam sungai-sungai yang mempesona serta suasana kehidupan masyarakat dan budaya daerah yang bersifat khas Melayu Kampar. Sehingga merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Propinsi Riau yang menarik dan akan membuat kenangan indah bagi yang berkunjung ke daerah ini. Untuk memberdayakan masyarakat dalam dunia pariwisata di Kabupaten Kampar ini perlu dilakukan pemberdayaan terutama bagi masyarakat di sekitar lokasi wisata alam. Pemberdayaan yang diberikan berupa pembentukan kelompok sadar wisata, melakukan inovasi dan menumbuhkan ekonomi kreatif masyarakat yang ditujukan terutama untuk wisatawan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar, beberapa permasalahan yang muncul dalam mengembangkan pariwisata di Kecamatan Tambang diantaranya ialah minimnya pengetahuan masyarakat sekitar lokasi wisata alam di terhadap sadar wisata yang dapat meningkatkan perekonomian mereka sekaligus dapat mengentaskan kemiskinan. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan penyuluhan peningkatan apresiasi masyarakat sekitar obyek wisata alam. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa telah berhasil dilaksanakan, hal ini dibuktikan dengan adanya kesesuain materi dengan kebutuhan aparatur pemerintahan desa dan masyarakat, respon positif yang diberikan oleh peserta dan para peserta dapat memahami materi yang telah disampaikan dalam rangka pemberdayaan masyarakat sekitar objek wisata.