PPK-Science and Education
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Item Pengembangan Technopreneur Di Universitas Riau 2018(wahyu sari yeni, 2018-09-10)Kegiatan pengabdian Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) berupa Pengembangan Technopreneur di Universitas Riau ini bertujuan untuk mengembangkan budaya dan praktek kewirausahaan mahasiswa yang berorientasi pada bidang ilmu akademiknya sehingga dapat menjadi technopreneur. Target luaran wajib dari kegiatan pada tahun kedua ini yaitu dihasilkannya: publikasi di jurnal nasional ber ISSN; publikasi pada media masa cetak/online/repocitory PT; dan wirausaha baru mandiri berbasis iptek (technopreneur). Untuk mencapai target tersebut, dilakukan sosialisasi PPK kemudian dilanjutkan dengan rekrutmen peserta tenant pengganti yang sudah berwirausaha pada tahun pertama melalui angket motivasi berwirausaha dan wawancara. Peserta tenant pengganti yang terseleksi sebanyak 12 orang mahasiswa. Peserta baru dan lama bersama-sama diberi pelatihan kewirausahaan baik secara teoretis maupun praktis selama 32 Jam Pelajaran. Nara sumber pelatihan berasal dari Kadin Riau dan praktisi usaha lain. Setelah pelatihan dilakukan bimbingan dan atau konsultansi kepada tenant, untuk dapat dihasilkannya proposal usaha baru atau proposal pengembangan usaha yang prospektif dan ekonomis serta dapat dilaksanakannya rencana atau dikembangkannya usaha mereka secara mandiri dan profesional. Dari hasil pelaksanaan kegiatan tahun kedua hingga tahap kemajuan ini, luaran wajib kegiatan PPK ini yang berupa publikasi di jurnal nasional ber ISSN sudah terlaksana sampai pada pengiriman artikel ke Jurnal Ekonomi Pendidikan dan Kewirausahaan (JEPK) dengan status in review. Luaran kedua yaitu publikasi pada media masa cetak/online/repocitory PT juga sedang proses terbit karena menunggu selesainya laporan. Luaran wajib ketiga yang berupa wirausaha baru mandiri berbasis iptek sudah sesuai target yaitu mencapai 10 orang atau melebihi 5 orang tenant. Adanya target luaran yang pencapaiannya masih belum akhir, maka perlu dilaksanakan kegiatan tahap berikutnya untuk mencapai target luaran yang diharapkan.Item Pengembangan Technopreneur Di Universitas Riau(2017-09-18) Sumarno; Saryono; GiminSuatu negara akan mampu membangun kesejahteraan masyarakatnya apabila memiliki wirausahawan minimal 2%. Menurut Menteri Koperasi dan UKM, jumlah wirausahawan di Indonesia masih sekitar 1,6%. Untuk itu perlu dikembangkan pendidikan kewirausahaan mahasiswa berbasis technopreneurship untuk dapat menghasilkan wirausahawan yang berdayasaing tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan pendidikan kewirausahaan mahasiswa berbasis technopreneurship. Penelitian dilakukan di Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa yang memiliki rencana usaha sesuai bidang ilmu akademiknya rata-rata hanya 5%. Hal itu disebabkan belum adanya koordinasi dan sinergi dalam program dan pelaksanaan pendidikan kewirausahaan, baik di tingkat universitas, fakultas, maupun jurusan/prodi. Dosen Mata Kuliah Prodi/Jurusan belum banyak menekankan kemampuan mahasiswa pada aspek penemuan/penciptaan ide-ide kreatif/inovatif sesuai bidang ilmunya, sementara dosen Mata Kuliah Kewirausahaan hanya menanamkan wawasan dan minat kewirausahaan. Unit dan program pendukung pendidikan kewirausahaan juga belum mampu membatasi pada bidang usaha yang sesuai ilmu akademik mahasiswa pesertanya karena akan kesulitan mencapai kuota. Pendidikan Kewiraausahaan Mahasiswa perlu dikembangkan dalam satu sistem terintegrasi mulai dari tingkat universitas hingga jurusan/prodi serta unit-unit pendukungnya dengan melibatkan semua dosen, baik dosen kewirausahaan maupun dosen non-kewirausahaan. Keseluruh komponennya mengarah pada kreatifitas dan inovasi mahasiswa berdasar bidang ilmu akademiknya (technopreneurship).