Browsing by Author "Yohana, Nova"
Now showing 1 - 20 of 23
Results Per Page
Sort Options
Item Analisis Komunikasi Pelaksanaan Program Kemitraan Dan Bina Lingkungan (pkbl) PT. Perkebunan Nusantara V Di Provinsi Riau(wahyu sari yeni, 2019-01-25) Wirman, Welly; Yohana, NovaSebagai Badan Usaha Milik Negara, PT. Perkebunan Nusantara V mengimplementasikan program CSRnya melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Hal tersebut dilaksanakan dengan cara melakukan pembinaan kepada usaha kecil dan koperasi sesuai dengan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia No : PER-20/MBU/2012 tanggal 27 Desember 2012 yang merupakan perubahan dari Surat Keputusan Menteri BUMN No: KEP- 05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Sumber dana untuk program tersebut setiap tahunnya merupakan penyisihan laba perusahaan yang dialokasikan 2% untuk program kemitraan dan 2% untuk program Bina lingkungan berdasarkan keputusan RUPS. Wilayah kerja Program kemitraan dan bina lingkungan yaitu : Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hulu, Kapaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Indragiri Hulu. Sesuai dengan Surat Edaran MenteriItem Construction Of Meaning Communication Graffiti Art For The Community Members Me&Art In Medan(wahyu sari yeni, 2019-01-29) Yohana, Nova; Handini, Fitri; Sani, Fitri LestiaraCommunity Graffiti ME &ART is a form of subcultural young people in society city of Medan. Their lifestyle in communicating the existence of himself through the art of graffiti become a phenomenon that is unique and distinctive. This research aims to know the variety of motives, the meaning and experience communication of community members ME&ART in expressing the art of graffiti in Medan. This research used qualitative methode by phenomenology approach and the informant is community members ME&ART who active to expressing graffiti art in Medan. Data collection techniques such as observation, in-depth interview and documentation. The result of research showed that two cetegories motives of the community members ME&ART, past-oriented motives (because motive) such of an existing drawing hobby since childhood and invitation a friend to make graffiti, and oriented to the future (in-order-to-motive) such media to convey the message or social criticism, to earn money and to change negative thinking of society about graffiti. Graffiti art for community members ME&ART interpreted as media of self-expression, as a medium of communication and as an encouragement. The communication experience of community members ME&ART to express graffiti art consists of pleasant experience (positive) and unpleasant experience unpleasant (negative)Item Ilegal Migration Motive For Detainee In Immigration Detention Center Pekanbaru City(wahyu sari yeni, 2019-01-29) Yozani, Ringgo Eldapi; Suyanto, Suyanto; Wahidar, Tutut Ismi; Yohana, NovaThe process of globalization has increased the factors that encourage immigrants to seek their fortune abroad. this can lead to positive aspects and negative aspects in every country. both developed and developing countries. International migration is a permanent or semi-permanent change in place of residence. Indonesia is one of the transit countries for illegal immigrants from the Middle East before they are sent to a third country. The immigration agency. Which later became the spearhead to oversee the movement of people, became the spearhead for monitoring this movement. During their stay in Indonesia. detainees Were held at the Immigration Detention Center (Rudenim). a temporary shelter for foreigners Who violated the laWs and regulations imposed. immigration actions and Waiting for the return process to his country. The reason for illegally migrating is due to economic reasons. namely the opportunity to get better income. employment and other reasons. In addition. the State's factors that are not conducive due to War are also factors that cause people to carry out illegal migration. No exception for the detainees who made Indonesia a transit country to seek protection. This study aims to explore the motives of the detainees in deciding to migrate illegally from the perspective ofthe Theory' of Push and Pull from Everett S Lee. This research is to find out the motive of interacting by Afghan asylum seekers With the people of Pekanbaru City. The theory used in this study is the Push and Pull Theory that Was coined by Everett S Lee. Lee said that there is a factor in someone's decision to rnigrate. namely the factors found in the area of origin, the factors that exist in the destination. the barrier betWeen. and personal factors (individuals). The analysis in this study uses qualitative methods with a phenomenological approach from the results of intervieWs and field observations. The results ofthe study shoW that there are several motives possessed by Detainees in the Pekanbaru City' Military' District for illegal migration. The first motive is due to the conducive state of the state of the occurrence of War. The second motive is because you Want to find a better life in a third country. Selanjur. the motive of Wanting to follow in the footsteps ofa friend Who had previously been successful in a third countryItem Kompetensi Dan Strategi Komunikasi Duta Lingkungan Dalam Kampanye Program Bank Sampai Menuju Green City(Study Pada Kampanye Lingkungan Di Sekolah Adiwiyata Kota Pekanbaru)(wahyu sari yeni, 2019-01-29) Yohana, Nova; Frizdew, MichikoSejalan dengan upaya pelestarian lingkungan hidup.kontribusi sekolah melalui perilaku generasi pelajar. yang peduli akan lingkungan dalam pengelolaan sampah. yang terkendali melalui irogram bank sampah` adalah salah satu strategi menuju Kota Pekanbaru sebagai green city. Gerakan bank sampah maupakan bagian dari sekolah berwawasan lingkungan yang lebih dikenal sekolah adiu'iyata.Dengan n'rendirikan bank Sampah. tidak hanya pembelajaran lingkungan yang bisa didapatkan oleh peserta didik. namun ga anak-anak menjadi tahu bagaimana eara meneatat. menimbang dan mengirim ulkan :sampah untuk diubahnya menjadi barang yang lebih bergunaNaniun nasib banyak ditemukan siswa-sisua yang juga belum berpartisipasi akal (i iam menjaga lingkungan dan kurangnya komitmen dari pihak sekolah. Duri Lingkungan selayaknyabersungguh-sungguh membantu peran pemerintah Kota Pekanbaru dalam mengkampanyekan arti penting kelestarian lingkungan melalui bank `sampah kepada siswa sekolah. Artikel ini merekoinendasikan g keberhasilan dalam kampanye lingkungan program bank sampah kepada -xšsyya sekolah menuntut adanya talenta. kompetensi dan strategi komunikasi Dea lingkungan untuk mengarahkan siswa kepada kesadaran dan kearilan terhadap lingkungan hidup. Sehingga kehadirannya dapat metjadi motiyater dan penggerak gaierasi muda dalam upaya pelestarian lingkungan seeara keseluruhan. Sekolah juga tidak hanya berbuat demi menerima penghargaan Adiwiyata nan'tutv juga karena menjaga lingkungan itu tumbuh dari hati yang paling dalamItem Kompetensi Komunikasi Lintas Budaya Bujang Dara Sebagai Duta Wisata Kabupaten Siak Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean(wahyu sari yeni, 2019-01-25) Yohana, Nova; Yozani, Ringgo EldapiEntering the era of the Asean Economic Community (AEC) by 2015 end, the opportunities and challenges of various sectors in Indonesia is more open, not leastfor the world of Tourism, which will encourage more touristsfrom the ASEAN region to Indonesia, including one SiakRiau. For that tourism Riau should already hare the handle to face the challenges of the MEA, and will be ready to compete _for a welcoming culture that comes from outside, especially the supply of Human Resources (HR) tourism competent and competitive in anticipation of the implementation of the ASEAN Economic Community (AEC) one of them on election Bujang Dara as Tourism Ambassador Siak. Government Siak should give more attention and support to the Bujang Dara as a tourism ambassador to equip :ommunication competence either related aspects offoreign language skills and _*ommunicatii'e competence in tourism marketing and also the competence of :ross-cultural communication becomes a challengefor human resource oftourism S to more towards MEA. The important thing that needs to be done is to increase :he role of the Tourism Ambassador of only symbols spearhead of the tourism industry in each area. So that its presence urge people, particularly the youth to :ke more serious look at and appreciate the variety oftourism potential in the areaItem Komunikasi Partisipasi Forum Anak Dalam Program Pembangunan Kabupaten Layak Anak Di Kabupaten Siak (Studi Kasus Pada Forum Anak Siak)(wahyu sari yeni, 2019-01-25) Yohana, NovaPembangunan berbasis hak anak merupakan proses perubahan dari kondisi tertentu menjadi kondisi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi kepentingan anak dan pemenuhan hak anak. Untuk mendukung dan memenuhi hakhak anak dalam pembangunan, maka pemerintah berinisiasi untuk menciptakan lingkungan yang layak anak melalui program pembangunan Kalmpaten/Kota Layak Anak (KLA) yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintergrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyaralutt, dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk pemenuhan hak-hak anak. Dengan ditetaplutnnya Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perliiulungan Anak Republik Indonesia Nomor II Tahun 2011 'l'entang Kebijakan Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak menjadi landasan bagi setiap luibupaten/kota di lndonesia dalam pelaksanaan program Kabupaten/Kota liayak Anak (KLA).Item Komunikasi Penyuluhan Masyarakat Untuk Menumbuhkan Umkm Dalam Pengembangan Destinasi Desa Wisata Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar(wahyu sari yeni, 2019-07-30) Yohana, Nova; Lubis, Evawani Elysa; Rumyeni, Rumyeni; Rimayanti, NitaDilatarbelakangi analisis situasi masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengembangkan UMKM di Desa Buluh Cina sedangkan desa tersebut merupakan Desa Wisata yang telah diresmikan dan dikenal bukan hanya wisatawan lokal bahkan mancanegara, maka pengelola desa wisata Buluh Cina sangat perlu menumbuhkan dan mengembangkan UMKM dengan memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan oleh UMKM tersebut. Secara umum kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan Pengelolaan Komunikasi Bisnis dan Pemasaran kepada Masyarakat Desa Wisata Buluh Cinadan desa-desa tetangga seperti desa Pangkalan Baru dan Desabaru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Sedangkan tujuan khusus yang hendak dicapai dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya membentuk UMKM sebagai motor penggerak ekonomi desa serta strategi komunikasi pemasaran produk lokal melalui tumbuh kembang UMKM untuk mendukung potensi destinasi desa wisata yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Buluh Cina sekitarnya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan untuk menumbuhkan UMKM dalam pengembangan destinasi Desa Wisata Buluh Cina sekitarnya, Kecamatan Siak Hulu ,Kabupaten Kampar dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak, yaitu: bagi peserta terjadi transfer knowledge kepada pelaku usaha kecil serta mengetahui bagaimana mengelola komunikasi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bagi pemilik UMKM agar dapat lebih inovatif, sistematis dan kreatif dalam menyusun dan mengembangkan strategi pemasaran produk UMKM masing-masing. Bagi Pemerintah sebagai bahan masukan bagi Pemerintah Daerah untuk meningkatkan manajemen komunikasi pemberdayaan ekonomi dengan masyarakat di sektor pariwisata. Bagi Perguruan Tinggi terbentuknya kemitraan dengan perguruan tinggi dalam hal pendampingan bisnis UMKM. Masyarakat cukup antusian menerima penyuluhan tersebut dan menanggapi dengan berbagai pertanyaan terkait dengan UMKM. Pengabdian ini direkomendasikan untuk dilanjutkan sampai tahap pendampingan dan pelatihan dalam pengambangan UMKM tersebut.Item Kontruksi Makna Keterwakilan Perempuan Sebagai Komunikator Politik Bagi Anggota Dewan Perempuan Dprd Provinsi Riau Periode 2014-2019(2016-01-07) Yohana, Nova; Wirman, Welly; Sari, Genny GustinaSalah satu wujud nyata dari tumbuhnya kesadaran kekuatan politik perempuan ditandai dengan keterlibatan secara aktif perempuan dalam proses-proses politik yang dapat ditempuh melalui keterwakilan perempuan dalam politik. Pemenuhan kuota 30% keterwakilan perempuan dalam legislatif sebagaimana yang ditetapkan pemerintah merupakan wujud modal dasar kepemimpinan dan pengalaman organisasi bagi perempuan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Di DPRD Provinsi Riau periode 2014-2019 jumlah anggota legislatif perempuan adalah delapanbelas (18) orang dari 85 orang anggota legislatif. Hal ini menggambarkan adanya partisipasi atau kemauan para perempuan di Riau untuk melakukan pelibatan di arena politik yang lebih didominasi laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap motif anggota legislatif perempuan dalam keterlibatannya pada dunia politik di tengah tradisi budaya patriakhi dan pemaknaan mereka mengenai keterwakilan perempuan sebagai komunikator politik di lembaga legislatif. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian ini terdiri dari 5 orang anggota legsilatif perempuan, 2 orang ketua fraksi , dan wakil ketua DPRD Provinsi Riau dengan teknik purposif. Data dikumpulkan melalui observasi,wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif yang melatarbelakangi anggota dewan perempuan dalam keterlibatannya di ranah politik adalah motif karena (because motive) meliputi, dorongan keluarga, diusung partai, hobi organisasi, dan adanya jiwa aktivis. Motif tujuan/harapan (in order to motive) informan meliputi menghilangkan intimidasi dari berbagai pihak kepada perempuan untuk pengambilan keputusan, memaksimalkan perjuangan dan fungsi perempuan dalam membuat kebijakan, dan semakin menunjukkan kredibilitas perempuan dengan kinerja yg baik, professional dan percaya diri. Pemaknaan anggota legislatif perempuan mengenai keterwakilan perempuan sebagai komunikator politik terdiri dari kategori makna idealis sosial dan makna realistis sosial.Item Korelasi Komunikasi Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Dengan Citra PTPN V Di Pekanbaru(wahyu sari yeni, 2019-03-11) Rasyid, Anuar; Yohana, NovaTujuan penelitian menganalisis tanggapan masyarakat terhadap komunikasi program TJSP PTPN V dan tanggapan masyarakat terhadap citra PTPN V serta korelasi komunikasi program TJSP dengan citra PTPN V di Pekanbaru. Populasi pada penelitian adalah masyarakat yang menerima bantuan PKBL di Kota Pekanbaru pada Tahun 2012-2016 sebanyak 408 orang. Pengambilan sampel penelitian dilakukan secara simple random sampling, sehingga sampel berjumlah sebanyak 100 orang. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial korelasi rank Spearman. Tanggapan masyarakat penerima bantuan terhadap komunikasi program TJSP, dan citra PTPN V pada kategori tinggi. Terdapat korelasi sangat signifikan positif antara peubah komunikasi program TJSP dengan citra PTPN V. Secara umum terdapat korelasi sangat signifikan positif antara indikator komunikasi program TJSP dengan peubah citra PTPN VItem Manajemen Krisis Kepercayaan Publik Partai Politik(wahyu sari yeni, 2019-01-29) Yohana, NovaSituasi ketidakpercayaan publik terhadap partai politik menjelang Pemilu 2014 di Indonesia saat ini tidak bisa dibiarkan secara terus menerus. Bagi publik, partai politik tidak bermanfaat positif untuk perbaikan kehidupan bangsa dan negara,justru m rusak tatanan hukum dan demokrasi serta menciptakan kondisi politik yang tidak be aturan. Krisis kepercayaan ini dilatarbelakangi adanya kinerja buruk partai politik yang ditunjukkan melalui banyaknya kader partai politik terlibat kasus korupsi, kader partai tidak berpihak kepada rakyat dan melakukan tindakan amoral. Partai politik yang mengabaikan peran dan fungsinya sebagai pejuang aspirasi rakyat, mengabaikan demokrasi, dan membudayakan politik uang secara langsung menjadikan bangsa dan negara semakin terpuruk. Untuk mengatasi krisis ini Partai Politik sudah selayaknya melakukan manajemen krisis dan mengambil langkah-langkah strategis untuk mengembalikan kepercayaan publik dan elektabilitas partai pada Pemilu 2014 dengan mengoptimalkan fungsi kerakyatannya, berupaya memperbaiki kaderisasi dan penataan sumber keuangan, serta mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat tanpa dibatasi waktu dan ruang elitisItem MODEL KOMUNIKASI LINGKUNGAN DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE DI PULAU BENGKALIS KABUPATEN BENGKALIS(Elfitra, 2019-10) Yasir, Yasir; Nurjanah, Nurjanah; Salam, Noor Efni; Yohana, NovaKerusakan hutan magrove di Kabupaten Bengkalis khususnya di Pulau Bengkalis sudah cukup mengkhawatirkan. Kerusakan ini disebabkan tingginya eksploitasi hutan mangrove tersebut sebagai bahan baku arang, cerocok dan kayu bakar bahkan diseludupkan ke Malaysia. Hutan bakau yang terus berkurang ini mempercepat abrasi. Hutan bakau yang rusak mempengaruhi ekosistem yang lain seperti berkurangnya hasil laut para nelayan. Mengatasi masalah ini pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Lingkungan Hidup memfasilitasi dan membentuk kelompok-kelompok untuk mengembangkan ekowisata mangrove. Ekowisata merupakan wisata berbasis alam dengan mengikutkan aspek pendidikan dan interpretasi terhadap lingkungan alami dan budaya masyarakat dengan pengelolaan kelestarian ekologis. Ekowisata berbasis masyarakat merupakan usaha ekowisata yang menitikberatkan peran aktif komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami perencanaan komunikasi lingkungan dalam mengembangkan ekowisata mangrove di Pulau Bengkalis, menjelaskan partisi pasi masyarakat dan model komunikasi lingkungan mengembangkan ekowisata mangrove. Penelitian ini dibedah dengan menggunakan teori-teori komunikasi lingkungan, komunikasi parwisata dan komunikasi pembangunan/pemberdayaan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan wawancara mendalam terhadap stakeholder yang terlibat, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan ekowisata ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 33 tahun 2009 tentang Pedoman Pengembangan Ekowisata di Daerah. Pemerintah juga mengatur pengelolaan ekosistem mangrove ini dalam Peraturan Presiden republik Indonesia nomor 73 tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Dalam implementasinya perencanaan komunikasinya meliputi: analisis masalah, khalayak dan penentuan tujuan; pemilihan media dan saluran, pengembangan pesan dan produksi media; dan implementasi program dan evaluasi. Sementara itu, bentuk partisipasi masyarakat dalam mengembangkan ekowisata hutan bakau masih dalam tahap pembinaan kelompok pengelola belum melibatkan masyarakat secara keseluruhan. Shingga partisipasi dan kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan dan hutan mangrove masih rendah. Kelompok Kempas misalnya menjadi contoh dalam menginspirasi kelompok masyarakat lain di Kabupaten Bengkalis. Selain itu, model komunikasi lingkungan yang dikembangkan dalam mengelola hutan mangrove sebagai tujuan wisata adalah dengan basis musyawarah antar sesama masyarakat dengan melibatkan pemerintah yaitu dinas lingkungan hidup. Keberhasilan komunikasi dalam pengelolaan ekowisata mangrove harus melibatkan semua stakeholders secara bersinergi atau terintegrasi baik pemerintah melalui dinas-dinas terkait, pemerintah kecamatan dan desa, pihak perusahaan swasta dan masyarakat itu sendiri.Item MODEL KOMUNIKASI LINGKUNGAN PENGEMBANGAN EKOWISATA LAHAN GAMBUT DI KECAMATAN BUKIT BATU KABUPATEN BENGKALIS(Elfitra, 2020-11) Yasir, Yasir; Nurjanah, Nurjanah; Samsir, Samsir; Yohana, NovaLingkungan dan parawisata merupakan sektor yang sangat penting bagi pembangunan masyarakat. Kesadaran masyarakat terhadap lingkungan merupakan unsur utama dalam proses pencapaian pembangunan berkelanjutan di bidang pariwisata. Pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Bengkalis memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya pembanguan ekowisata lahan gambut. Gambut hendaknya tidak menjadi sumber masalah, namun sebaliknya sebuah berkah. Oleh karena itu, komunikasi lingkungan menjadi sangat penting dalam pembangunan ekowisata sehingga pemerintah dan masyarakat bisa secara bersama mengembangkan potensi lahan gambut menjadi objek wisata dan sekaligus memelihara kelestarian hutan dan lahan gambut. Komunikasi lingkungan yang terintegrasi dan berkolaborasi didukung sikap keterbukaan menjadi syarat penting untuk mengembangkan sektor pembangunan ekowisata lahan gambut ini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami komunikasi lingkungan CSR Pertamina RU II Sei Pakning dalam pengembangan ekowisata lahan gambut di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis, Kebijakan dan komunikasi pemerintah dan komunikasi lingkungan dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata lahan gambut. Teori yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah perspektif komunikasi lingkungan, komunikasi parwisata dan pemberdayaan masyarakat. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian juga menggunakan etnoekologi komunikasi, dengan berusaha memahami budaya masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi yang menyesuaikan pada protokol kesehatan akibat pandemi covid 19. Analisis data yang digunakan adalah dengan model interaktif. Sementara untuk pengecekan keabsahan data yaitu dengan triangulasi dan pengecekan teman sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi Corporate Social Responsibility (CSR) berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan gambut. Kelestarian lingkungan ini dilakukan dengan berbasis pengembangan ekowisata baik gambut maupun mangrove. Pertamina RU II Sei Pakning berkontribusi dalam memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah beroperasinya kilang minyak melalui program Kampung Gambut Berdikari terutama dalam mengatasi kebakaran lahan gambut. Program ini awalnya bertujuan membantu masyarakat dalam mengatasi kebakaran lahan gambut, namun belakangan terjalin hubungan yang baik dengan membina kelompok-kelompok masyarakat terutama dalam mengelola lingkungan degan benar, dengan berkebun nanas dan mengelola arboretum gambut. CSR Pertamina memberdayakan kelompok Tani Tunas Makmur untuk mengelola ekowisata arboretum gambut menjadikan mereka sebagai sasaran, konten, dan saluran komunikasi yang penting bagi penyadaran masyarakat untuk peduli gambut. Namun demikian komunikasi lingkungan masih belum terintegrasi dan terkoordinasi baik, terutama dengan pemerintah daerah agar ada kebijakan pengembangan ekowisata yang terpadu dan berkelanjutan. Model komunikasi lingkungan CSR untuk pengembangan ekowisata gambut menggunakan prinsip pemberdayaan masyarakat berbasis silaturahmi, musyawarah dan gotong-royong sebagai kearifan lokal masyarakat. Berdasarkan rangkuman dan pengukuran Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT), maka hasil penelitian menunjukkan pada level 5 (lima). Sehingga ini memerlukan kajian lagi untuk diterapkan di lapangan baik oleh perusahaan, pemerintah maupun stakeholder lainnya, terutama masyarakat itu sendiri.Item MODEL KOMUNIKASI LINGKUNGAN UNTUK MENGATASI ABRASI BERBASIS PENGEMBANGAN PARIWISATA DI KABUPATEN BENGKALIS(Elfitra, 2022-11) Yasir, Yasir; Nurjanah, Nurjanah; Samsir, Samsir; Yohana, NovaPariwisata merupakan salah satu bidang yang sangat penting karena dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan pariwisata juga menjadi sangat penting dalam mengatasi kerusakan lingkungan. Komunikasi pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam pembangunan ekowisata masih belum berhasil karena kurang berkoordinasi dengan baik terutama dengan masyarakat. Kepedulian dan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melindungi pantai dari abrasi masih sangat rendah. Pengembangan hutan mangrove untuk dijadikan sebagai destinasi wisata sudah ada, tapi belum dikelola maksimal. Pengembangan ekowisata belum didukung dengan komunikasi dan edukasi untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan mangrove atau pantai. Komunikasi berperan penting untuk mengedukasi masyarakat dalam melestarikan hutan mangrove. Penelitian ini berupaya untuk memahami kebijakan lingkungan dan pariwisata dalam mengatasi abrasi pantai di Kabupaten Bengkalis, untuk menganalisis komunikasi lingkungan berbasis wisata dalam mengatasi abrasi di Kabupaten Bengkalis, dan untuk menjelaskan komunikasi wisata berbasis masyarakat dalam pengembangan wisata pantai Raja Kecik. Teori yang digunakan berada dalam perspektif komunikasi lingkungan dan pariwisata. Model komunikasi yang digunakan dalam penelitian adalah model komunikasi konvergensi (Kincaid) dan model community based tourism. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan penanggulangan abrasi yang dilakukan di Kabupaten Bengkalis langsung ditangani oleh pemerintah pusat melalui kementerian KLHK berkerjasama dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). BRGM bertugas memfasilitasi percepatan pelaksanaan restorasi gambut dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan restorasi gambut serta pelaksanaan percepatan rehabilitasi mangrove. Pulau Bengkalis merupakan bagian dari pulau kecil terluar. Pengelolaan pulau-pulau terluar memerlukan perhatian khusus agar posisinya sebagai kawasan perbatasan negara berdaulat, tetap terjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Kebijakan pemerintah dalam penanggulangan kerusakan pantai akibat abrasi dilakukan dengan tiga cara. Pertama, pemerintah mengintensifkan program rehabilitasi atau penanaman bibit mangrove di wilayah pesisir yang terkena abrasi. Namun, baik program pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun program masyarakat banyak mengalami kegagalan. Sebagian besar bibit mangrove yang ditanam mati akibat terjangan ombak. Bibit mangrove yang ditanam tenggelam, hanyut dan mati. Kedua, pemerintah membangun pemecah gelombang dan membangun turab dari gorong- gorong untuk menahan gelombang yang terus menggerus bibir pantai. Program ini juga mengalami kelemahan, karena tidak bertahan lama setelah dibangun beberapa sudah rusak dan tenggelam. Ketiga, pemerintah mengajak masyarakat untuk mengubah perilaku masyarakat yang tinggal di sekitar pantai untuk berpartisipasi aktif menjaga pantai. Lembaga Swadaya Masyarakat Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan (LSM-IPMPL) memiliki kontribusi penting dalam komunikasi lingkungan berbasis pengembangan wisata di Kabupaten Bengkalis. LSM ini banyak bergerak dalam membantu mengatasi permasalahan kebakaran lahan gabut dan abrasi di pantai. Komunitas ini mengelola Wisata Pantai Raja Kecik dengan ikut merehabilitasi mangrove untuk mencegah abrasi. Komunitas ini menjadi komunikator, konten, saluran komunikasi, media sekaligus sasaran dalam mengkampanyekan kepedulian pada perlindungan pantai dari abrasi berbasis fasilitas dan atraksi wisata yang disediakan. Komunikasi lingkungan berbasis pembangunan wisata berkelanjutan harus melibatkan masyarakat, dan stakeholder lain.Item MODEL KOMUNIKASI PARIWISATA DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT DI DAERAH PESISIR KABUPATEN BENGKALIS PROVINSI RIAU(Elfitra, 2018-10) Yasir, Yasir; Nurjanah, Nurjanah; Salam, Noor Efni; Yohana, NovaPembangunan parawisata merupakan sektor ekonomi yang sangat menjanjikan untuk pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan. Penduduk lokal merupakan pemangku kepentingan utama dalam proses pembangunan berkelanjutan di bidang pariwisata yang harus dilibatkan. Dalam hal ini, pemerintah Kabupaten Bengkalis memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya pembanguan destinasi wisata dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Kebijakan dan komunikasi parwisata dalam upaya pembangunan daerah wisata belum melibatkan masyarakat setempat secara maksimal, terutama pembinaan kelompok sadar wisata dan pengembangan produk serta ciri khas daerah. Adapun tujuan penelitian ini adalah berupaya untuk memahami model komunikasi parwisata dalam pembangunan masyarakat pesisir di daerah Kabupaten Bengkalis. Tujuan penelitian tersebut akan diungkap dengan menggunakan teori-teori komunikasi parwisata, komunikasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, pendekatan perencanaan dan manajemen komunikasi parwisata digunakan sebagai upaya untuk memahami perencanaan, implementasi, dan evaluasi kebijakan komunikasi pembangunan parwisata di kabupaten Bengkalis. Oleh karena itu, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan wawancara mendalam terhadap stakeholder yang terlibat, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan parwisata dan komunikasinya di Kabupaten Bengkalis secara strategis dibuat oleh pemerintah daerah, bersinergi dengan pemerintah Provinsi Riau dengan berpedoman pada kebijakan pemerintah pusat. Namun dalam pelaksanaannya pemerintah daerah Bengkalis diberikan kewenangan luas untuk mengembangkan. Kebijakan pemerintah pusat untuk memberdayakan masyarakat dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) masih belum mampu menggerakkan kegiatan parwisata masyarakat. Kegiatan komunikasi parwisata masih belum direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi secara maksimal. Langkah dan program komunikasi parwisata dilakukan dengan cara memberi pelatihan kepada kelompok sadar wisata, membentuk desa wisata, mengikuti pameran, dan promosi lainnya. Namun kegiatan komunikasi ke masyarakat malah masih belum dapat menggerakkan masyarakat untuk sadar wisata dan terlibat aktif dalam kegiatan parwisata dalam mendukung kebijakan pemerintah. Pembangunan destinasi wisata belum didukung dengan infrastruktur yang memadai, serta manajemen komunikasi parwisata tidak terintegrasi dengan menggunakan konsep pemasaran dan perkembangan teknologi melalui pembentukan destinasi wisata yang smart. Pemerintah sudah seharusnya mengevaluasi kebijakan komunikasi parwisata secara rutin tidak hanya dalam internal dinas pemerintah, namun dilakukan pada setiap komponen yang terlibat di dalamnya, termasuk komponen komunikasinya. Pembangunan komunikasi parwisata semesetinya ditunjang dengan pembangunan infrastruktur, karena pembangunan jalan penting untuk mewujudkan destinasi wisata yang baik.Item Objektifitas Pemberitaan Politik dan Pemerintahan pada Surat Kabar Tribun Pekanbaru(2013-04-17) Suyanto; Nasution, Belli; Rumyeni; Elysa, Evawani; Yohana, Nova; Efni, Noor; Nurjanah; Awza, RusmadiObjectivity in reporting is a central value of the underlying discipline of journalists and media professionals. Contains the principles of factuality and objectivity of truth that must be respected and considered important. The phenomenon that occurred in Tribun Pekanbaru Newspapers still have that news writing is not eligible objective. Objectivity in the news into something absolute. It's because the news is placed on the function or report the facts and reflect the social reality. This study aims to determine how far the objectivity of writing political news and government on the main page of the Tribun Pekanbaru Newspaper.Item Pecnguatan Pengajaran Dan Pelatihan Kompetensi Komunikasi Bisnis Lintas Budaya Di Era Masyarakat Ekonomi Asean(wahyu sari yeni, 2019-01-28) Yohana, Nova; Lestari, Fitriana; Mardiyanti, RinaEra global pemebrlakuan masyarakat enkonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015 nanti akan Menjadikan interaksi lintas budaya kian kian meningkat dimana MEA ini mengintegrasikan seluruh Negara-negara tenggara dalam berbagai bidang terutama di bidang ekonomi.Pertemuan interaksi dan komunikasi antar individu-individu yang berbeda latar belakang Budaya terjadi setiap detik pada era ini. Mobilisasi semakin mudah dan seringl. tidak hanya untuk berlibur tapi juga untuk bekerja di negara lain dan berbisnis dengan mitra asing. Tulisan ini menyorotin pentingnya penguatan pengajaran dan pelatihan kompetensi komunikasi bisnis lintas budaya bagi semua pelaku komunikasi bisnis nasional dan multinasional dikarenakan kerjasama dan sinergi antarbudaya tidak dapat di hindari dan menjadi aspek penting pada era ini. Bagaimanpun seringkali kegagalan transaksi bisnis hanya karena kegagalan dalam berkomunikasi lintas budaya. Kompetensi lintas budaya berkaitan dengan suatu keadaan dan kesiapan individu sehingga kapasitasnya dapat berfungsi efektif dalam situasi perbedaan budaya perusahaan yang memiliki kompetensi lintas budaya akan mampu sukses dan mempertahannkan kesuksesan dalam bisnis global era MEAini.Item Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (Tik) Di Kalangan Remaja Di Pondok Pesantren Al-Ihsan Borading School Kampar(wahyu sari yeni, 2019-03-21) Rumyeni, Rumyeni; Lubis, Evawani Elysa; Yohana, Nova; Sari, Genny GustinaKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran kepada masyarakat tentang pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi bagi masyarakat khsusnya kalangan remaja. Remaja sebagai pengguna terbesar dari teknologi komunikasi perlu menyadari bahwa kehadiran teknologi memiliki banyak dampak yang positif jika teknologi tersebut tidak digunakan secara bijak dan cerdas. Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Ihsan Borading School Kecamatan Siak Hulu Kubang Raya Kampar- Riau.. Sasaran dari kegiatan ini adalah para orang tua, guru dan para remaja, dalam hal ini adalah para santri dari pondok pesantren tersebut. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyampaian materi, dilanjutkan dengan tanya jawab, dan pembahasan masalah-masalah yang terjadi terkait dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, bagaimana mengatasinya, strategi pemanfaatan media, pemahaman tentang Undang-Undang ITE, dan lain sebagainyaItem Pengaruh Terpaan Pornografi Di Media Massa Terhadap Perilaku Remaja Di Kota Pekanbaru(2016-02-10) Rumyeni; Lubis, Evawani Elysa; Yohana, NovaPornografi di media adalah materi seks di media massa yang secara sengaja ditujukan untuk membangkitkan hasrat seksual. Bila seseorang mengkonsumsi pornografi sesekali dampaknya mungkin tidak akan terlalu besar. Yang menjadi masalah adalah bila orang terdorong untuk terus menerus mengkonsumsi pornografi, yang mengakibatkan dorongan untuk menyalurkan hasrat seksualnya pun menjadi besar. Dalam hal ini, yang perlu diperhatikan adalah dampak pornografi pada kalangan remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh paparan pornografi di media massa terhadap perilaku remaja di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sampel 100 orang remaja. Teknik analisa data yang digunakan adalah regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi pada penelitian ini adalah Y = 3,384+ 1,695X . Bilangan konstanta (a) sebesar 3,384 dan koefisien terpaan pornografi di media massa sebesar 1,695 dengan t hitung 11,655 lebih besar jika dibandingkan dengan t tabel 1,984 dan tingkat signifikansi 0,003 lebih kecil dibanding α = 0,05. Kemudian hasil uji determinasi diketahui bahwa bahwa nilai R= 0,762 dan koefisien determinasi (R square) (adalah sebesar 0,581 adalah pengkuadratan dari koefisien korelasi, atau 0,762 x 0,762). Hal ini menunjukkan pengertian bahwa perilaku remaja (y) dipengaruhi sebesar 57,7 persen oleh terpaan pornografi di media massa (x), sedangkan sisanya (42,3) dijelaskan oleh faktor lain di luar penelitian ini.Item PENGELOLAAN WEBSITE SEBAGAI E-GOVERNMENT OLEH PEMERINTAH KOTA PEKANBARU DALAM PENYAMPAIAN INFORMASI BAGI MASYARAKAT(2014-05-20) Yohana, Nova; Yazid, Tantri Puspita; Wirman, WellyWebsite pemerintah daerah merupakan salah satu penerapan electronic government (e-gov) sebagai implementasi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology) dalam pemerintahan. Kota Pekanbaru telah menerapkan konsep e-gov melalui pengelolaan situs web Pemerintah Kota Pekanbaru dengan domain www.pekanbaru.go.id sebagai media baru (new media) untuk menyampaikan informasi dan layanan bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini menjelaskan tahapan dan tujuan pengelolaan website dan menganalisis faktor-faktor yang menjadi penghambat pengelolaan website Pemerintah Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan pencarian di Internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan pengelolaan website dengan domain www.pekanbaru.go.id pada tahapan publikasi, interaksi, dan transaksi telah dilakukan namun pengelolaannya belum maksimal. Selain itu tujuan pengelolaan website pemerintah kota Pekanbaru sebagai implentasi e-goverment memiliki: Manfaat sebagai sarana publikasi yang cepat dalam penyampaian informasi belum dapat dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat melalui hasil kerja bagian pengolahan data elektronik (PDE) Sekretariat Kota Pekanbaru. Efisiensi dalam layanan informasi kurang cepat dan berita kurang update. Partisipasi sebagai betuk komunikasi dua arah berjalan lambat, fitur yang disediakan hanya untuk menampung saran yang membangun bukan keluhan. Transparansi dalam memberikan informasi kepada masyarakat yang mengacu pada Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 masih ada pro dan kontra. Manajemen perubahan dalam bentuk kontrol dan monitoring yang ketat dalam praktik pengelolaan website dengan sistem E-Government belum berjalan. Pengelolaan Website sebagai implementasi e-Government di Kota Pekanbaru belum dapat berjalan secara maksimal karena terdapat faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi perkembangan pengelolaannya. Saran yang dapat diberikan guna meningkatan kualitas pengembangan pengelolaan website sebagai e-Government di Kota Pekanbaru antara lain peningkatan jumlah sarana prasarana infrastruktur, peningkatan SDM pegawai melalui pelatihan, serta sosialisasi secara kontinyu kepada masyarakat tentang keberadaan website sebagai e-Government dan pemanfaatannya dan political will.Item Penyuluhan Antisipasi Efek Negatif Paparan Pornografi di Media Massa dan Pengaruhnya Terhadap Perilaku Remaja dan Anak-Anak di Kelurahan Wonorejo Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru(2013-04-25) Rumyeni; Elysa Lubis, Evawani; Yohana, NovaPornografi berasal dari kata pornē (“prostitute atau pelacuran") dan graphein(tulisan). Dalam Encarta Referency Library (Downs: 2005). dinyatakan bahwapornografi adalah segala sesuatu yang secara material baik berupa film, surat kabar,tulisan, foto, atau lain-lainnya, menyebabkan timbulnya atau munculnya hasrat-hasratseksual. Pengertian yang sama dinyatakan pula dalam Encyclopedia Britannica(2004), pornografi adalah penggambaran perilaku erotik dalam buku-buku, gambar-gambar, patung-patung, film, dan sebaginya, yang dapat menimbulkan rangsanganseksual. Dengan demikian, siapa pun yang menyajikan gambar, tulisan, atau tayanganyang mengumbar aurat sehingga menimbulkan nafsu atau hasrat-hasrat seksual,memancing birahi dan erotisme, dengan sendirinya terlibat dalam perbuatanpornografi.