Browsing by Author "Suprayogi, Imam"
Now showing 1 - 14 of 14
Results Per Page
Sort Options
Item Analisis Koefisien Regim Sungai (Krs) Di Waduk Plta Kotopanjang Menggunakan Model Hidrologi Swat(wahyu sari yeni, 2018-09-19) Nurdin, Nurdin; Suprayogi, ImamFluktuasi debit air antara musim hujan dan musim kemarau tidak terlepas dari kondisi medan 90,50% dari luas DTA Waduk PLTA Kotopanjang adalah kelas kemiringan diatas 40%, jenis tanah yang didominasi oleh Podsol merah kuning 50,76% dan Brown forest soil 32,28% dari luas DTA serta luasnya lahan terbuka atau penggundulan hutan yang dapat mempercepat aliran masuk ke waduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa besaran Koefisien Regim Sungai (KRS) yang terjadi berdasarkan parameter iklim, kelas lereng dan penggunaan lahan yang ada di DTA Waduk PLTA Kotopanjang. Simulasi model hidrologi SWAT yang dilkukan adalah untuk mendapatkan data karakteristik hidrologi di DTA waduk PLTA Koto Panjang berdasarkan data-data iklim (curah hujan, suhu udara, radiasi matahari, kelembaban udara, dan kecepatan angin) yang dipengaruhi oleh parameter tanah pada kondisi penggunaan lahan tahun 2011 dan 2014. Periode simulasi dilaksanakan antara tahun 2009 – 2014 dengan fase percobaan (warming-up) tahun 2009 - 2010, kalibrasi tahun 2011 – 2012, dan validasi tahun 2013 - 2014. Hubungan antara debit model SWAT dengan debit observasi menggunakan SWAT CUP SUFI II terhadap 11 parameter yang paling sensitif dan 4 parameter yang kurang sensitive ditunjukan oleh nilai koefisien determinan (R²) = 0,76 dan efisiensi NS = 0,75 yang tergolong baik. Hasil validasi memperlihatkan hubungan antara debit observasi/hasil pengukuran dan debit model/simulasi dengan koefisien determinasi (R²) dan NS masing-masing sebesar 0,64 dan 0,60 termasuk dalam kategori memuaskan. Pada penggunaan lahan tahun 2011 menghasikan debit maksimum (Qmak) dan debit minimum (Qmin) simulasi/model masing-masing 521,70 m³/dt dan 43,61 m³/dt dengan nilai KRS sebesar 11,949. Untuk tahun 2014 debit maksimum (Qmak) dan debit minimum (Qmin) simulasi/model yang dihasilkan masing-masing 532,20 m³/dt dan 42,72 m³/det dengan nilai KRS sebesar 12,212. Nilai KRS tahun 2011 dan 2014 yang masing-masing 11,949 dan 12,212 < 50 masih tergolong baik. Untuk menjaga fluktuasi antara debit maksimum dan minimum agar tidak terlalu besar diperlukan usaha pengelolaan penggunaan lahan yang cocok dan sesuai dengan kondisi/situasi di lapangan terutama dalam jenis vegetasinyaItem ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KEKUMUHAN KELURAHAN TANAH DATAR BERDASARKAN PERATURAN MENTERI PUPR NOMOR 14/PRT/M/2018(2019-09) Marni, Dewi; Siregar, Sofyan Husein; Suprayogi, ImamThe development of slums in urban areas is inseparable of the increases in population and population activity. In addition, undirected and unplanned development also supports the degradation of the quality of residential environment. One area that is included in the slum area is located in Tanah Datar Sub-District. The residential area of Tanah Datar Sub-District is right in the heart of Pekanbaru city. Thus, living conditions and the welfare of the people who live in these settlements greatly affect the face of a city. The characteristics and conditions of slums in each region is different. Thus, this study aims to identify the condition and level of slums of a residential area in order to determine alternatives to handling slum areas appropriately. The method used is exploratory descriptive of phenomena and facts relating to the condition of the community and the environment of slum areas based on the criteria of the Minister of PUPR Regulation Number 14/PRT/M/2018. The results showed that there were 5 RW were categorized as mild slums and 2 RW were categorized as not slums in Tanah Datar sub-district.Item Analisis Potensi Erosi Daerah Aliran Sungai Galugur Kecamatan Kapur Ix Berbasis Sistem Informasi Geografis(wahyu sari yeni, 2019-01-03) Nurdin, Nurdin; Suprayogi, Imam; Sujatmoko, Bambang; Suwondo, Suwondo; Mustofa, Riyadi; Anggoro, Hafiz CaturGalugur Kapur IX Sub district watershed is one of the upper watersheds in the Kotopanjang hydropower reservoir which has the potential to trigger a reservoir sedimentation rate increasement due to land clearing for plantations so that it will speed up the filling of dead bin of reservoir significantly which will have an impact on the reduction of the planned service life of the reservoir. The research objective is to analyze the potential for erosion in the Galugur watershed using Geographic Information System (GIS) as an information of a watershed management policy. The research approach method for erosion estimation is the Universal Soil Loss Equation (USLE) method. The USLE method is influenced by four factors: rain erosivity factor (R), soil erodibility factor (K), downhill length and slope factor (LS), and land utilization factor (CP). These erosion estimation factors are then converted into four thematic maps, namely rain erosivity map (R), soil erodibility map (K), downhill slope and length map (LS), land cover and management map (CP). All thematic maps that have been generated are overlaid and will produce an erosion distribution map. The main results of the study proved that erosion that occurred in the Galugur watershed based on GIS was dominated by low category erosion approximately 43% of the total area of 5787,123 ha. Confirmed by the results of research that states that the Galugur watershed erosion product will blend with the water flow from the upstream to the reservoir, so that the sediment in the reservoirs will occur in large scale quantities. The reservoir sedimentations have the potential to be a threat to the reduction in the service life of the Kotopanjang hydropower reservoir which is designed to operate for 100 years.Item Pemetaan Kawasan Rentan Banjir Dalam Kota Pekanbaru Menggunakan Perangkat Sistem Informasi Geografis(2016-03-07) Nurdin; Suprayogi, ImamPada umumnya ada 2 (dua) penyebab utama terjadinya banjir di Kota Pekanbaru, pertama dikerenakan curah hujan yang tinggi didaerah hulu DAS Siak dan Kota Pekanbaru, sehingga daerah yang merupakan hamparan datar dan berelevasi rendah tidak dapat membawa air dengan cepat ke saluran pembuang yang sering menimbulkan bajir dadakan di jalan-jalan tertentu dan juga pada kawasan permukiman padat. Pemetaan daerah-daerah yang memiliki tingkat kerentanan banjir dapat dilakukan menggunakan perangkat GIS secara cepat mudah dan akurat terhadap parameter-parameter penyebab banjir yang dapat mempermudah penyajian informasi spasial khususnya yang terkait dengan penentuan tingkat kerentanan banjir dalam suatu wilayah. Metode yang dilakukan dalam pemetaan kawasan rentan banjir di Kota Pekanbaru menggunakan perangkat GIS dalam pengolahan dan pembuatan peta curah hujan, peta penggunaan lahan, peta ketinggian (kontur), peta kelerengan, dan peta satuan lahan. Analisa keruangan yang berhubungan dengan data vektor maupun raster melalui proses klaisfikasi/reklasifikasi serta overlay antar peta dalam bentuk luasan (poligon) maupun irisan, sedangan analisa atribut merupakan proses pemberian nilai harkat, bobot dan skor pada tiap kelas masing-masing parameter yang besarnya disesuaikan dengan pengaruh terjadinya banjir. Hasil yang didapat dari analisa secara keruangan dan atribut berupa Peta Kawasan Rentan Banjir dalam Kota Pekanbaru, terdiri dari tingkat kerentanan sangat rentan banjir seluas 123,336 km² (19,32), rawan dengan luas 429,655 km², Kurang Rawan 85,074 km², dan Tidak rawan hanya dengan luas 0,182 km³ tidak terlihat didalam peta karena persentasenya yang sangat kecil.Item Penerapan Ahp Dalam Menentukan Prioritas Utama Srategi Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Di Pulau Merbau(wahyu sari yeni, 2019-01-09) Joleha, Joleha; Mulyadi, Aras; Wawan, Wawan; Suprayogi, ImamThis paper discusses the problem of how to determine the main priority of the strategy to meet clean water needs that can be applied to small islands, especially on Merbau Island using the Analytic Hierarchy Process (AHP) method. This study began with a survey of 100 family heads by distributing questionnaires. The questionnaire contains questions relating to personal data, and data about the components of rainwater harvesting. The opinions of experts were asked in this matter to determine the values considered by experts in determining strategies for meeting clean water needs on Merbau Island. Then an analysis is carried out using the AHP program. The results showed that the fulfillment of recommended water requirements on Merbau Island was to maximize household scale rainwater harvesting (RWH). Maximizing rainwater harvests on a household scale is a top priority with the support of the availability of adequate clean water facilities and infrastructure. In relation to clean water facilities and infrastructure, it is expected to use a rainwater harvesting technology system, therefore the criteria of technology have the highest value, but in the field it is difficult to implement by the community so government support is needed in realizing it. Government support is highly expected because 44% of the island's population Merbau is a poor person who naturally prioritizes basic needs rather than providing good and right rainwater harvesting facilities and infrastructure.Item Penerapan Konsep Eco-Drain Pada Jalan Layang Menggunakan Pendekatan Teknologi Pemanenan Air Hujan Sebagai Alternatif Sumber Air Pertamanan Kota Berkelanjutan (Studi Kasus: Jalan Layang Jenderal Sudirman–Tuanku Tambusai Kota Pekanbaru)(wahyu sari yeni, 2019-01-09) Suprayogi, Imam; Morena, Yenita; Joleha, Joleha; Reza, Muhammad; Adzano, Geo Gifaj RuciThe main objective of the research is to conduct water conservation efforts through the application of rainwater harvesting technology as an alternative of city gardens water resource by utilizing flyover bodies as water catchment areas, where so far the rainwater that falls on the road pavement is not accommodated and only allowed to permeate or enter the drainage channel. The research approach method used is to implement the integrated of flyover bodies management with an environmental perspective (ecodrain) by accommodating, absorbing, flowing and maintaining excess water in order not to cause pool and danger to the environment using Rain Cycle 2 aid program with input data consist of: the effective catchment area (m2), the amount of annual daily rainfall (mm/year), drainage coefficient and water requirements (m3/day). The main results of the study stated that the results of the optimum reservoir size that could be constructed were approximately 385 m3, which was divided into seven reservoirs with a size of 55 m3 each with the dimensions of the reservoir (length, width and height of the tank) 16.22 m, 4 m and 1 m respectively. The rainwater harvesting produced contribute approximately 7.7% to 19% or equivalent to 9.24 m3 to 22.8 m3Item PENERAPAN TEKNOLOGI PENYEDIAAN AIR BERSIH BAGI MASYARAKAT DENGAN PEMANFAATAN PEMANENAN AIR HUJAN SKALA INDIVIDUAL RUMAH TANGGA DI PULAU-PULAU KECIL(2019-11) Suprayogi, Imam; Joleha, Joleha; Bochari, Bochari; Nurdin, NurdinThe purpose of this research is the application of rainwater harvesting technology as an alternative to fulfill the needs of clean water small islands in Riau province. Method of approach used for the research of the design of individual household scale in Concong Village Central Concong Sub District Indragiri Hilir as a water quantity containment effort to fulfill the needs of clean water communities in small islands. The main result is to refer to the results that there is a strong correlation between the determination of the number of tanks and the design financing of rain water tank storage harvested by the community. For the design of the tanks with a capacity of 2000 liters it takes two tanks at a cost of Rp 9.703.000, while for the design of the tanks with a capacity of 4000 liters, it takes four tanks at a cost of Rp 14.741.000 Keywords: design, tank storage, rainwater harvesting technology, small island, individual scaleItem Pengembangan Model Hidrologi Runtun Waktu Untuk Peramalan Debit Sungai Menggunakan Daubechies Wavelet – Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (Studi Kasus: Sub Das Siak Bagian Hulu)(2016-03-07) Suprayogi, Imam; Fauzi, Manyuk; Efrizal, EkiTujuan utama penelitian adalah mengembangkan model hidrologi runtun waktu untuk kebutuhan peramalan debit sungai sehingga akan diperoleh informasi yang akurat untuk dapat dijadikan sebagai pengamatan dalam beberapa waktu ke depan di suatu titik kontrol penampang sungai berbasis softcomputing. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Daubechies Wavelet dan Adaptive Neuro Fuzzy Inference System. Data pendukung penelitian diperoleh dari pencatatan Pos Duga Air Otomatis Stasiun Pantai Cermin yang berupa stage hydrograph dari tahu 2002–2012, yang selanjutnya data tersebut ditransformasikan menjadi data debit harian dengan menggunakan persamaan rating curve yang disusun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) III Sumatera Provinsi Riau. Hasil utama penelitian membuktikan bahwa hasil ketepatan dari model peramalan hidrologi runtun waktu debit sungai menggunakan program bantu MATLAB 7 yang diuji menggunakan kriteria parameter statistik koefisien korelasi ( R ) memiliki jangkauan ketepatan peramalan untuk satu hari ke depan ( t + 1) sebesar 0.9483.Item Pengembangan Model Pengembangan Peramalan Intrusi Air Laut di Estuari Menggunakan Pendekatan Softcomputing(2012-10-25) Suprayogi, Imam; Fatnanta, FerrySalah satu komponen penting pengelolaan sumberdaya air adalah wilayah estuari. Menurut Triatmodjo (1999) muara sungai dapat diartikan sebagai estuari, yaitu bagian dari sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut. Pasang surut adalah gerakan yang bersifat periodik dan menimbulkan debit aliran yang besar, sehingga gerakan air di estuari juga berubah-ubah secara periodik mengikuti irama pasang surut. Arus pasang surut mempengaruhi pergeseran salinitas dan kekeruhan (sedimen suspensi) di sepanjang estuari, yang bergerak ke hulu pada waktu air pasang dan ke hilir pada waktu surut. Aliran air laut ke estuari disertai dengan transpor massa garam. Proses masuknya air laut ke estuari dikenal dengan intrusi air laut. Jarak intrusi air laut sangat tergantung pada karakteristik estuari, pasang surut, dan debit sungai. Semakin besar tinggi pasang surut dan semakin kecil debit sungai semakin jauh intrusi air laut atau sebaliknya. Transpor garam di estuari terjadi secara konveksi dan difusi. Secara konveksi artinya garam terbawa (terangkut) bersama dengan aliran air (karena terpengaruh kecepatan aliran). Transpor secara difusi terjadi karena adanya turbulensi dan perbedaan kadar garam di suatu titik dengan titiktitik di sekitarnya, sehingga kadar garam akan menyebar ke titik konsentrasi yang lebih rendah. Kedua macam transpor yang terjadi secara bersamaan (konveksi dan difusi) disebut dengan dispersi.Item Pengembangan Model Pengembangan Peramalan Intrusi Air Laut di Estuari Menggunakan Pendekatan Softcomputing(2015-07-07) Suprayogi, Imam; Fatnanta, FerryAir merupakan sumberdaya alam karunia Allah SWT, yang sangat dlperlukan oleh tnanusia sepanjang masa dan menjadi bagian hidup dari kebutuhan dasar manusia yang sangat penting. Semua kegiatan kehidupan rnanusia dari kebutuhan pangan hingga pertumbuhan industri memerlukan air dengan jumlah yang cukup dan dengan kualitas sesuai dengan kebutuhannya. Dengan demikian air tidak hanya diperlukan sebagai bahan kebutuhan pokok untuk kehidupan tetapi juga diperlukan sebagai komoditi ekonomi (Isnugroho, 2002).Item Pengembangan Model Peramalan Inflow Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air Kotopanjang Menggunakan Pendekatan Anfis(wahyu sari yeni, 2018-08-19) Suprayogi, Imam; Nurdin, Nurdin; Handayani, Yohanna Lilis; Utami, RiaPrediksi inflow adalah sebuah kunci dalam perencanaan komponen, desain, operasi, pengembangan dan pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) yang tersedia. Model prediksi inflow memiliki banyak manfaat dalam aplikasi SDA seperti pengendali banjir, mencegah kekeringan dan mengoptimalkan operasi waduk untuk keberlanjutan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Tujuan utama penelitian adalah mengembangkan model untuk memprediksi inflow rata-rata harian pada Waduk PLTA Koto Panjang serta menguji keandalan model untuk dapat diterapkan di lapangan. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan metode yang dikembangkan oleh Roger Jang pada tahun 1993 dari Departemen Teknik Listrik dan Ilmu Komputer dari Universitas California, Amerika Serikat dengan melakukan pola penggabungan komponen Soft computing antara Fuzzy Logic dan Artificial Neural Network (ANN) yang lazim disebut algoritma Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS). Data yang dipergunakan untuk mengembangkan model prediksi inflow waduk PLTA Kotopanjang adalah data yang bersumber dari pencatatan data debit runtun waktu dari tahun 2007 – 2012 yang telah dilakukan oleh PT.PLN (Persero) KIT Sumbagut Sektor KIT Pekanbaru unit PLTA Kotopanjang. Komposisi data debit runtun waktu dari tahun 2007- 2010 sebanyak 70% untuk proses training data sedangkan 30% data debit untuk proses testing data. Selanjutnya data tahun 2011 dipergunakan untuk membangun model dan data debit runtun waktu tahun 2012 untuk proses prediksi data inflow waduk PLTA Kotopanjang. Hasil utama penelitian membuktikan bahwa hasil prediksi inflow Waduk PLTA Koto Panjang pada tahun 2012 menggunakan pendekatan algoritma ANFIS dengan nilai RMSE dan koefisien korelasi ( r ) berturut-turut sebesar 90 dan 0.64.Item Pengembangan Model Peramalan Instrusi Air Laut di Estuari Menggunkan Pendekatan Softcomputing(2012-10-23) Suprayogi, ImamProses masuknya air laut ke estuari dikenal dengan intrusi air laut. Jarak intrusi air laut sangat tergantung pada karakteristik estuari, pasang surut, dan debit sungai.Item Potensi Kayu Jenis Cepat Tumbuh (Fast Growing Species) Sebagai Material Alternatif Komponen Kapal Kayu Yang Berkelanjutan(2018-04-03) Fakhri, Fakhri; Suprayogi, ImamThe supply of wood sourced from natural forests is diminishing, the scarcity of wood raw materials has implications for the decline of timber vessel business in quality and quantity. The limited supply of quality timber as raw material for ship components should be pursued by other alternatives in order that the traditional timber ship business can continue to operate sustainably. The objective of the study was to assess the potential of fast growing timber as an alternative feedstock for traditional wooden ship components. The method used is a survey identifying the potential utilization of rapidly growing local timber species for wooden ship components as well as the suitability of applied technology while maintaining the traditions and values of local wisdom. The results obtained that fastgrowing wood species is very potential to be utilized as an alternative material to overcome the scarcity of wood materials today. Appropriate technology is applied in the form of composite wood technology using coating technique using waterproof resin material (liquid resin Epoxy). Coating techniques will be able to protect wood components, improve wood resistance, and improve physical and mechanical properties of materials. the application of fast growing species and composite technology for wooden ship components can be applied based on the criteria of the Indonesian Bureau of Classification (BKI)Item SKENARIO PERENCANAN DAN PENGELOLAAN SUB DAS SEI TANDUK PADA HUTAN ADAT MASYARAKAT DESA RUMBIO MENGGUNAKAN SOIL & WATER ASSESMENT TOOL (SWAT)(2019-11) Nurdin, Nurdin; Joleha, Joleha; Bochari, Bochari; Suprayogi, ImamThe main objective of the research is to establish a recommendation for forest and land rehabilitation activities (RHL) by planting forestry tree-based community participation in Rumbio Village indigenous Forest Kampar District. Method of approach for research using SWAT Model with data input model ArcSWAT such as digital map of Earth Indonesia scale 1:25,000, geological map of Sumatra scale 1:250,000, data of rain sourced from manual rainfall measuring instruments Ombrometer from the year 2013 – 2017, daily water level (TMA) data extracted from digital measuring instruments transferred through the Personal Digital Assistant (PDA) as the basis for the stage of the hydrograph, the discharge data using the rating curve equation, manual rainfall measuring equipment Ombrometer from the years 2013 – 2017 and the image of Google Earth Sub watershed Rumbio. The main results of the research proved that the management of Sub watershed Sei Tanduk in the indigenous forest of Rumbio village use SWAT Model approach by conducting forestry tree planting based on community participation using the best pattern system dry land agriculture to be used as an agroforestry to reduce sedimentation rate within two years from 2014 to 2016 by 47.80 ha/year through the activities of Land Forest Rehabilitation Program (RHL) by Watershed and Protection Forest Management Agency (BP-DASHL) Indragiri Rokan, Ministry of Environment and Forestry (KLHK) of the Republic of Indonesia