LRP-Mathematics and Natural Sciences
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing LRP-Mathematics and Natural Sciences by Author "Awitdrus"
Now showing 1 - 2 of 2
Results Per Page
Sort Options
Item KOMPUTER ANALOG DALAM PREDIKSI KONSENTRASl GLUKOSA PLASMA DARAH HOMOSTATIS ABNORMAL(2013-02-27) Hamdi, Muhammad; AwitdrusTelah dilakukan kajian replika dari sistem sirkulasi regulasi fluks insulin-glukosa darah dalam tubuh yang dikonstruksi dengan menggunakan prinsip feedback negatif analog. Secara umum disain sistem ini melibatkan fungsi-fungsi organ utama yang dominan dalam merespon regulasi insulin-glukosa, antara lain: hati, pankreas dan ginjal. Sedangkan sistem lain yang disertakan adalah sistem syaraf otak, otot-otot, sel-sel dan jaringan-jaringan utama dalam daerah ekstraseluler. Integritas dari respon fungsi masingmasing bagian membentuk loop-loop tertutup yang bisa dianalogikan dengan rangkaian listrik, sehingga dikenal dengan nama komputer analog elektronik. Sistem ini dirancang oleh derivasi persamaan diferensial konsentrasi insulin-glukosa dengan prinsip persamaan keseimbangan masa, pendekatan syarat awal dan batas. Untuk tujuan validasi model dipergunakan hasil dari data klinik yang diperlakukan kepada pasien dengan keadaan konsentrasi insulin-glukosa tak normal, seperti glukosa darah tinggi. Hasil pemodelan yang mewakili untuk kategori 2 model pasien diperoleh sebagai berikut: • Model pasien pertama untuk kondisi glukosa rendah dalam pemodelan diperoleh harga Kp dari 4.1 s' menjadi 8.7 s"\ perubahan harga ini membuat level konsentrasi glukosa berubah dari 65 mg/ml.menjadi 71 mg/ml. • Model pasien ke lima untuk kondisi glukosa tinggi dalam pemodelan diperoleh harga Kp dari 31.9 s'* menjadi 24.4 s'\ perubahan harga ini membuat level konsentrasi glukosa berubah dari 162 mg/ml.menjadi 128 mg/ml. Pengaruh perubahan level konsenterasi glukosa abnormal baik yang rendah maupun yang tinggi mendekati konsentrasi normal dikarenakan peranan metabolisme pankreas dalam pengaturan konsentrasi insulin. Hasil pengukuran perubahan dari level konsentrasi ini dikaji dengan menggunakan pemodelan diperoleh perubahan harga parameter konstanta laju transpot organ pankreas (Kp) untuk kedua keadaan. Baik yang abnormal dengan konsentrasi glukosa rendah maupun yang tinggi. Hal ini dikarenakan adanya perlakuan terapi terhadap pasien oleh medis setelah periode 2 bulan. Besar dan kecilnya harga Kp dapat diasumsikan menunjukkan minimum dan maksimumnya glukosa yang didisipasi atau ditransformasikan kedalam bentuk energi selama proses sirkulasi glukosa dan juga regulasi metabolisme glukosa dalam tubuh. Hasil keseluruhan dari level konsentrasi glukosa abnormal homostatis menunjukkan hasil cukup baik dalam tahap penyelidikan awalItem Pemanfaatan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit Dan Green Petroleum Coke Sebagai Elektroda Karbon Superkapasitor(2015-07-02) AwitdrusDalam penelitian ini bahan baku dasar (raw materials) yang digunakan adalah serabut tandan kosong kelapa sawit (STKS) yang lerscdia dalam Junilah yang besar sebagai bahan sisa hasil induslri pengolahan minyak kelapa sawil {crude palm oil) dan green petroleum coke (GPC) yang merupakan hasil sampingan dari proses pengolahan minyak bunii oleh Pertamina UP I I Dumai. Sedangkan sebagai pengumpul arus (current collector) digunakan adalah stainless steel tipe 316L, pemisah (separator) antar karbon digunakan teflon dengan ketebalan 0.2 mm dan sebagai larutan elektrolit (electrolite solution) digunakan asam sulfat (H2SO4) 1 M. STKS dilakukan proses pra-karbonisasi dalam tungku pemanas (furnace) pada temperatur rendah. yaitu 280''C dalam ruang vakum selama 4 jam. Sebelum dilakukan pencampuran. masing-masing STKS dan GPC terlebih dahulu dihaluskan dengan menggunakan ball mill selama 36 jam dan diayak agar diperoleh butiran STKS dan GPC dengan ukuran < 53 urn. Selanjutnya kedua bahan dicampur dengan komposisi GPC yang berbeda yaitu 10% dan 30% berat dan diaduk agar kedua bahan campuran tercampur merata. Bahan campuran dimasukan ke dalam alat cetakan (mould) dan ditekan dengan gaya tekan sebesar 7.5 metrik ton agar membentuk pelet. Proses karbonisasi pelet jasad hijau dilakukan pada temperatur 800°C dengan menggunakan pemanasan multi step heating profile, dimana laju pemanasan sebesar 1°C per menit dari temperatur kamar ke temperatur 340°C dan pada temperatur ini ditahan selama 60 menit, dari 340''C ke 800°C laju pemanasannya 3"C per menil. Selama proses karbonisasi, tungku pemanas dialiri gas nitrogen dengan laju aliran 1,5 - 2 liter per menit.