Pemanfaatan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit Dan Green Petroleum Coke Sebagai Elektroda Karbon Superkapasitor
No Thumbnail Available
Date
2015-07-02
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Abstract
Dalam penelitian ini bahan baku dasar (raw
materials) yang digunakan adalah serabut tandan kosong kelapa sawit (STKS) yang
lerscdia dalam Junilah yang besar sebagai bahan sisa hasil induslri pengolahan minyak
kelapa sawil {crude palm oil) dan green petroleum coke (GPC) yang merupakan hasil
sampingan dari proses pengolahan minyak bunii oleh Pertamina UP I I Dumai. Sedangkan
sebagai pengumpul arus (current collector) digunakan adalah stainless steel tipe 316L,
pemisah (separator) antar karbon digunakan teflon dengan ketebalan 0.2 mm dan sebagai
larutan elektrolit (electrolite solution) digunakan asam sulfat (H2SO4) 1 M. STKS
dilakukan proses pra-karbonisasi dalam tungku pemanas (furnace) pada temperatur
rendah. yaitu 280''C dalam ruang vakum selama 4 jam. Sebelum dilakukan pencampuran.
masing-masing STKS dan GPC terlebih dahulu dihaluskan dengan menggunakan ball
mill selama 36 jam dan diayak agar diperoleh butiran STKS dan GPC dengan ukuran <
53 urn. Selanjutnya kedua bahan dicampur dengan komposisi GPC yang berbeda yaitu
10% dan 30% berat dan diaduk agar kedua bahan campuran tercampur merata. Bahan
campuran dimasukan ke dalam alat cetakan (mould) dan ditekan dengan gaya tekan
sebesar 7.5 metrik ton agar membentuk pelet. Proses karbonisasi pelet jasad hijau
dilakukan pada temperatur 800°C dengan menggunakan pemanasan multi step heating
profile, dimana laju pemanasan sebesar 1°C per menit dari temperatur kamar ke
temperatur 340°C dan pada temperatur ini ditahan selama 60 menit, dari 340''C ke 800°C
laju pemanasannya 3"C per menil. Selama proses karbonisasi, tungku pemanas dialiri gas
nitrogen dengan laju aliran 1,5 - 2 liter per menit.
Description
Keywords
Green Petroleum Coke, Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit