MODEL KELEMBAGAAN EKONOMI PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI PROPINSI RIAU
No Thumbnail Available
Date
2013-04-24
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Abstract
Pembangunan perkebunan khususnya kelapa sawit di Daerah Riau telah
membawa dampak ekonomi terhadap masyarakat, baik masyarakat yang
terlibat dengan aktivitas perkebunan maupun terhadap masyarakat sekitarnya.
Begitu pesatnya perkembangan luas areal perkebunan rakyat khususnya
swadaya murni, maka perlu dirancang suatu model untuk menghindari
ketimpangan pendapatan antara petani. Model kelembagaan tersebut bertujuan
untuk peningkatan kesejahteraan petani di pedesaan dalam bentuk Agroestate
Berbasis Kelapa Sawit (ABK). Melalui program ABK ini petani memperoleh
kesempatan untuk membeli/memiliki saham di pabrik kelapa sawit (PKS)
perusahaan pengembang. Dalam model ABK ini terdapat dua kegiatan bisnis
utama yaitu yang pertama, kegiatan bisnis membangun kebun dan pabrik
industri serta jika diperlukan permukiman petani peserta yang akan dilakukan
oleh perusahaan pengembang (developer); kedua, adalah bisnis mengelola
kebun dan pabrik milik petani peserta serta memasarkan hasilnya yang
dilakukan oleh badan usaha pengelola yaitu koperasi yang dibentuk oleh petani
peserta itu sendiri. Model ABK merupakan konsep pembangunan perkebunan
di pedesaan untuk masa datang, konsep ini dalam bentuk kerja sama dengan
perusahaan pengembang.
Description
Keywords
Kelembagaan ekonomi, agroestate, kelapa sawit