Pengolahan Limbah Padat Abu Industri Sawit dengan Proses Isolasi dan Reduksi Menjadi Logam Silikon (Si) Grade Industri (Industrial Grade Silicone)
No Thumbnail Available
Date
2012-12-04
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Abstract
Selama ini pemanfaatan limbah padat berupa cangkang dan sabut sawit iianya bersifai
pemanfaatan fisis, yaitu sebagai bahan penyerap (absorben) (Purwaningsiii dkk,
2000) ataupun bahan pengisi {ftUer) aspal beton, pada industri bata, genteng dan lain
sebagainya (Pratomo, 2001, 1997; Sapitri, 1998). Pemanfaatan secara kimia dengan
mengambil unsur silikon belum dilakukan. Pada umumnya sebagai sumber silikon
saat ini dipakai bahan gaiian kwar^a dan pasir silika (Hence and West, 1992), SiOi
dalam kedua jen's bahan baku ini berbentuk kristalin sehingga memerlukan energi
proses yang Icbili besar (Sumardi dkk, 1998). Sedangkan Si02 pada abu cangkang
dan sabut sawit berbentuk amorphous yang lebih reaktif (mudah bereaksi) dan tidak
membutuhkan energi proses yang besar. Pada umumnya data data penelitian yang ada
berkaitan dengan proses sintesis/reduksi Si02 berasal dari pasir kwarsa (Hench and
West, 1992) dan tanah radiolarian (diatomae) (Sumardi, 1999), sedangkan untuk abu
sawit belum tersedia. Dengan demikiari data-data proses yang ada tidak dapat
diaplikasikan sebagai data proses untuk pembuatan iogam silikon (Si) grade industri
dari abu sawit untuk kepefluan industri kimia berbasis silikon.
Pada penelitian ini telah dilakukan pemanfaatan abu sabut dan cangkang sawit untuk
mendapatkan silika amorphous dan merrliliki kemumian yang tinggi. Diharapkan
pada penelitian ini mendapatkan urutan proses yang tepat dan kondisi proses yang
optimum dalam menghasiikan silika.
Pada tahapan pertama dilakukan pencucian untuk memisahkan unsur kalium yang
juga cukup berguna apabila digunakan untuk bahan pembuatan pupuk KCI dan KOH.
Pada proses ini telah dipelajari beberapa variabel seperti suhu dan tingkatan (stdge)
pencucian. Rentang suhu yang diambi yaitu 30-80 °C dan pencucian dalam 3
tingkatan dengan perbandingan nisbah tertentu. Hasil yang relatif cukup baik yaitu
pencucian untuk sabut sawil dilakukan pada 3 stage dengan perbandingan abu dan air,
1:10. dan pada suhu 55 "C. Sedangkan unti;k cangkang sawit pencucian dilakukan
pada 1 stage dengan perbandingan abu dan air, 1:30 dan pada suhu 30 °C