PENGARUH STRUKTUR BANGUNAN KRIB TERHADAP SEDIMENTASI DAN EROSI DI SEKITAR KRIB DI SUNGAI
No Thumbnail Available
Date
2014-03-03
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Abstract
Besarnya kecepatan yang akan melewati satu seri rangkaian bangunan krib dipengaruhi oleh formasi
pemasangan rangkaian krib. Setiap desain bentuk, type ataupun tata letak (lay-out) satu seri bangunan
krib akan memberikan dampak yang berbeda terhadap proses sedimentasi dan erosi yang terjadi di
sekitarnya. Untuk melihat pengaruh krib terhadap proses sedimentasi dan erosi, dilakukan dengan
simulasi matematis aliran dua dimensi model RMA2 dan simulasi perubahan angkutan sedimen SED2D.
Kalibrasi model RMA2 dilakukan dengan menentukan penyimpangan RMS (root-mean-square) antara
ratio kecepatan saluran dengan kecepatan rerata (U/Um) model fisik dan U/Um model matematis, dan
kalibasi model SED2D dilakukan dengan menentukan penyimpangan besar gerusan antara model fisik
dan matematis. Data pengukuran kalibrasi model menggunakan data penelitian Yeo Hong Koo (2006).
Konfigurasi krib yang disimulasi terdiri dari 3 variasi panjang (l/B), 3 variasi jarak pemasangan (L/l) dan
4 variasi permeabilitas krib (pk). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model RMA2 yang digunakan
cukup memadai untuk mensimulasi aliran di sekitar krib, dimana rasio antara RMS U/Um kedua model
dengan rerata U/Um yang dihasilkan < 5%, sedang model SED2D kurang memadai dalam mensimulasi
perubahan dasar dimana ratio penyimpangan kedua model mendekati nilai 30%. Semakin banyak jumlah
krib dipasang pada tepi sungai, maka daerah gerusan pada krib di bagian hulu semakin berkurang.
Perubahan daerah gerusan untuk krib di bagian hulu pada variasi jarak yang sama cenderung semakin
berkurang seiring dengan bertambahnya permeabilitas krib. Hasil simulasi pada panjang krib dan jarak
krib yang sama, menunjukkan kecenderungan yang sama yaitu berkurangnya ratio gerusan maksimum
dengan gerusan maksimum awal (Smax/Smax0) di sekitar krib seiring dengan bertambahnya permeabilitas
krib. Ratio kedalaman gerusan yang paling kecil terjadi pada saat permeabilitas krib 60% yaitu 0,12-0,19
kali gerusan maksimum awal (Smax0), sesuai dengan perubahan jarak kribnya
Description
Keywords
konfigurasi krib, sedimentasi, gerusan maksimum, model matematis