FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MARAKNYA PEREDARAN KASET / VCD BAJAKAN DI KECAMATAN TAMPAN PROPINSI RIAU
No Thumbnail Available
Date
2012-12-02
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor penyebab maraknya
peredaran kasetA'^CD bajakan di Kecamatan Tampan Propinsi Riau dan untuk
mengetahui upaya apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi
maraknya peredaran kaset/VCD bajakan di Kecamatan Tampan Propinsi Riau.
Penelitian ini merupakan penelitian sosiologis yuridis, yaitu studi-studi
empiris untuk menemukan teori-teori mengenai proses terjadinya dan mengenai
proses bekerjanya hokum dalam masyarakat berdasarkan Undang-Undang No. 19
Tahim 2002 Tentang Hak Cipta dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan
dengan penelitian. Sumber Data dalam penelitian ini Data Primer yaitu data yang
diperoleh langsimg dari sumber pertama, yakni perilaku warga masyarakat, melalui
penelitian. Kemudian Data Sekunder yaitu data yang mencakup dokumen-dokumen
resmi, peraturan perundang-undangan, buku-buku, h^l-hasil penelitian yang
berwujud laporan, buku harian. data Tertier yaitu Data yang mendukung data primer
dan data sekunder seperti kamus bahasa indonesia, kamus bahasa inggris,
ensiklopedia. Sedan^can alat pengumpulan data melalui observasi, kuisioner dan
wawancara yang dilakukan terhadap 6 orang Pedagang Kaki lima yang menjual kaset
dan VCD bajakan yang terdapat dalam wilayah Kecamatan Tampan, 9 orang
Konsumen yang pemah membeli kaset/CVD bajakan yang terdapat di wilayah
Kecamatan Tampan, 1 orang Kepala Kepohsian Sektor (KAPOLSEKTA) Tampan,
dan 1 orang Seksi HaKI di Depkum dan HAM yang merupakan sampel dalam
penelitian ini diambil berdasaikan teknik pengambilan sampel secara purposive
sampling.
Dari penelitian ini diperoleh hasil yaitu faktor-faktor penyebab maraknya
peredaran kasetA/CD bajakan di Kecamatan Tampan Pekanbaru adaiah karena
pertama faktor pengetahuan pedagang terhadap keasUan kaset/VCD bahwa para
pedagang banyak yang tidak tahu bahwa kaset/VCD yang m ^ ^ a jual adaiah
kasetA/^CD bajakan yang dilarang oleh undang-undang Nomor 19 Tahun 2002.
Kedua adaiah faktor harga yang mana harga kasetA/CD bajakan jauh lebih murah
dari kaselA^CD yang asU. Ketiga fektor pilihan konsumen yang tidak mementingkan
kualitas, maksudnya walaupun kuahtas kaset atau VCD yang ash lebih baik dari
kaset/VCD bajakmi, tetapi konsumen lebih memilih kaset'VCD bajakan. Keempat
faktor kebutuhan akan lapangan pekerjaan bahwa kema sulttnya lapangan kerja dan
didesak oleh kebutuhan mencari na&ah akhimya para pedagang memilih untuk
menjual kasetA^CD bajakan. Kelima adaiah &ktor penegakan hukum yang masih
kurang. Sedangkan upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi
maraknya peredaran kaset/VCD bajakan di Kecamatan Tampan adaiah melalui upaya
preventif dengan melakukan sosialisasi undang-undang tentang hak dpta sebanyak 5
kali dalam setahun dan upaya represif dengan melakukan razia terhadap pedagang
yang menjual kaset/VCD bajakan di Kecamatan tampan Pekanbaru.
Adapun saran teriiadap hasil penelitian ini supaya pwdaran kasetA^CD bajakan
dapat diminimalisasi maka pemerintah perlu menuninkan harga pajak kaset/VCD
yang ash supaya harga kaset/VCD yang asli teijangkau oleh masyarakat. Di samping
itu agar pemerintah membuka l a p a n ^ kerja yang luas bagi masyarakat dalam usia
kerja dam melakukan pelatihan-pelatihan kerja untuk m^iingkatkan k^erampilan
masyarakat. Agar penegakan hidoim di bidang hak cipta lebih ditingkatkan baik,
melalui upaya preventif dengan penyuiuhan, seminar dan workshop tentang hak cipta
maupun melalui uapaya represif melalui razia harus lebih sering dilakukan dengan
memberikan sanksi yang tegas baik berupa sanksi adininistrasi berupa menutup
tempat usaha ataupun pidana penjara dan ptdana denda agar memb^ikan shock
therapy kepada para pedagang supaya tidak lagi mengedaikan kaset/V CD bajakan.
V