RG-Research Grant
Permanent URI for this community
Browse
Browsing RG-Research Grant by Subject "Aktivitas Enzim Xilanase"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
Item Penentuan Aktivitas Enzim Xilanase Dan Deasetilase Dari Trichoderma viride TNJ63(2015-04-11) Oktavianis. ZTrichoderma sp. merupakan fungi tanah yang dapat diperoleh dari berbagai macam tanah dan kayu busuk. Salah satu galur Trichoderma sp. adaiah Trichoderma viride TNJ63 yang diisolasi dari tanah perkebunan jeruk di Riau. Fungi ini menghasilkan enzim kitinase dan selulase. Penelitian untuk mengevaluasi aktivitas enzim xilanase dan deasetilase dari T. viride TNJ63, karena enzim ini banyak dimanfaatkan di bidang medis, farmasi, dan industri. Produksi enzim xilanase menggunakan substrat xilan. Aktivitas enzim xilanase ditentukan berdasarkan kadar gula pereduksi yang dihasilkan per satuan waktu hidrolisis substrat oleh enzim. Kadar gula pereduksi ditentukan dengan metode Nelson-Somogyi. Data kadar gula pereduksi yang diperoleh dibandingkan antara sampel enzim dengan kontrol menggunakan uji-t. Hasil hidrolisis 1 % xilan, pada pH 5 selama 1 jam pada suhu kamar dan 50°C tidak memberikan perbedaan nyata pada P > 0,05 antara ekstrak enzim dan kontrol. Perbedaan nyata pada P < 0,05 antara ekstrak enzim dan kontrol terlihat pada hidrolisis suhu kamar selama 24 jam dan suhu 40"C selama 1 jam. Aktivitas enzim ditentukan pada variasi konsentrasi xilan 0,25 %; 0,5 %; 0,75 %; 1 %; 2 % dan 3 %. Penentuan nilai kecepatan maksimum (Vmaks) dan Konstanta Michaelis-Menten (KM), menggunakan persamaan Michaelis-Menten dan bantuan penggambaran grafik Lineweaver-Burk menghasilkan persamaan garis regresi Y = 8,0469X + 3,7832 dari grafik Lineweaver-Burk diperoleh Vmaks 0, 26 fig /mL enzim. menit dan KM 0,47 %. Produksi enzim deasetilase menggunakan substrat kitin. Aktivitas enzim deasetilase ditentukan berdasarkan kadar asam asetat yang dihasilkan per satuan waktu. Kadar asam asetat ditentukan dengan penambahan indikator metil jingga. Penelitian panjang gelombang maksimum yang diperoleh untuk pengukuran kadar asam asetat adaiah 504 nm. Data kadar asam asetat yang diperoleh dianalisis dengan uji-t untuk membandingkan hasil hidrolisis 1 % xilan antara ekstrak enzim dengan kontrol, pada suhu hidrolisis 40"C, 50"C, dan suhu kamar selama 1 jam dan 24 jam. Hasil hidrolisis selama 1 jam dan 24 jam dengan variasi suhu tidak memberikan perbedaan nyata pada P > 0,05 antara ekstrak enzim dan konlrol, sehingga tidak ada aktivitas enzim deasetilase yang dapat dideteksi.