PELAPORAN KEUANGAN BERBASIS INTERNET (INTERNET FINANCIAL REPORTING): EFEK FORMAT PENYAJIAN INFORMASI KEUANGAN TERHADAP KINERJA PEMBUAT KEPUTUSAN INVESTASI

No Thumbnail Available

Date

2017-01-10

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Abstract

Internet menawarkan suatu media baru dalam menyajikan pelaporan keuangan perusahaan. Melalui aplikasi baru, pengguna baru, dan koneksi yang lebih cepat, menjadikan internet sebagai penyebar informasi serta perdagangan yang penting (McKnight et al., 1995). Menurut King (2001), internet dianggap sebagai suatu inflection point yang belum banyak diamati. Inflection point didefinisikan sebagai suatu perubahan dalam lingkungan bisnis, yang berpotensi merubah cara perusahaan beroperasi (Grove, 1997). King (2001) juga menunjukkan bahwa dampak terpenting penggunaan internet adalah pada biaya manajemen terutama biaya komunikasi transaksi yang lebih rendah. Peningkatan pemanfaatan internet secara privat, meningkatkan akses pengguna terhadap pelaporan online keuangan perusahaan (Internet Financial Reporting—IFR). Perusahaan menggunakan IFR untuk berkomunikasi dengan investor dan analis keuangan (Ettredge et al., 2001). Cook (1999) menemukan bahwa 70% perusahaan menggunakan website sebagai sarana menyajikan informasi keuangan. Selain itu, Spiro dan Baig (1999) menyatakan bahwa investor individual menggunakan internet dalam mengamati kesempatan investasi dan perdagangan saham online. Temuan Cook (1999), Spiro dan Baig (1999) di atas memberikan implikasi berupa regulasi pelaporan keuangan online, tingkat keamanan informasi keuangan disajikan, standar akuntansi yang diterapkan, prosedur dan implikasi audit, pengungkapan pengelolaan perusahaan, kualitas informasi keuangan, serta ketepatan informasi yang dipublikasi (Khan, 2006). Ini disebabkan pengungkapan informasi keuangan tersebut masih bersifat sukarela (voluntary). Oleh karena itu, terdapat batasan dalam kualitas informasi yang diberikan (Kelton, 2006).

Description

Keywords

Citation

Collections