Browsing by Author "Khairat"
Now showing 1 - 12 of 12
Results Per Page
Sort Options
Item Kesetimbangan Adsorpsi Logam Cu (Ii) Dengan Arang Aktif Cangkang Sawit Sisa Pembuatan Asap Cair(2013-05-17) Drastinawati; Khairat; ZulfikarLogam Tembaga Cu (II) masuk ke dalam perairan berdampak pada pencemaran lingkungan apabila kandungannya melebihi nilai ambang batas yang telah ditentukan. Arang cangkang kelapa sawit merupakan limbah dari pembuatan asap cair yang diaktivasi menggunakan uap air yang dapat berfungsi sebagai adsorben logam berat seperti logam Cu(II). Penelitian dilakukan untuk mendapatkan data dan model kesetimbangan adsorpsi logam Cu(II) dengan adsorben arang aktif cangkang sawit sisa pembuatan asap cair,. Penelitian diawali dengan pembuatan arang aktif cangkang sawit dengan cara pirolisis pada suhu 350oC selama 2 jam, kemudian arang aktif diaktivasi dengan cara memanaskan dengan menggunakan tube furnace pada suhu 800 oC selama 60 menit. Arang aktif cangkang sawit seberat 2 gr dimasukkan ke dalam 500 ml larutan Logam Cu dengan konsentrasi awal (Co) 20 ppm di dalam reaktor bath berpengaduk dengan kecepatan pengadukan 200 rpm pada suhu 27oC sampai mencapai waktu kesetimbangan. Dengan menggunakan AAS (Atomic Adsorption Spectrofotometri) didapatkan konsentrasi logam Cu yang tersisa dalam larutan (Ce), dan dapat ditentukan kapasitas penjerapan arang cangkang sawit saat kesetimbangan (Qe). Percobaan yang sama dilakukan pada suhu 35 oC dan 45 oC dengan variasi konsentrasi (25, 50 dan 75 ppm). Data untuk waktu kesetimbangan adsorpsi diperoleh pada 120 menit dan persen penjerapan rata-rata 91,231%. Mekanisme adsorpsi yang terjadi lebih didominasi oleh model isoterm Freundlich yang mewakili adsorpsi fisika dengan panas adsorpsi 9.039 kkal/moloK.Item Metode Perlakuan Awal Terhadap Limbah Pelepah Sawit Sebagai Bahan Baku Pembuatan Nitrosellulosa(2013-05-17) Padil; Khairat; Yulia Zulfieni, WillaPelepah sawit merupakan salah satu limbah padat yang dihasilkan di setiap perkebunan sawit, dimana pelepah sawit ini berpotensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku nitrosellulosa. Pelepah sawit memiliki beberapa komponen diantaranya adalah lignin, selulosa, hemiselulosa, dan holosellulosa. Dari hasil analisa yang dilakukan, pelepah sawit memiliki kandungan lignin 11,27%, kadar selulosa 28,55%, kadar hemiselulosa 23,94% dan kadar holoselulosa 58,055%. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemurnian sellulosa. Metode yang digunakan adalah pelepah sawit dengan ukuran tertentu dihidrolisa dan didelignifikasi menggunakan ekstrak abu Tandan Kosong Sawit (TKS). Kondisi proses yang optimum pada hidrolisis dan delignifikasi adalah temperatur 1000C, waktu 30 menit dan ratio padatan cairan 1:5 dengan kadar sellulosanya 86,12%.Item Pencucian Secara Kimia Membran Ultrafiltrasi Sistem Aliran Cross Flow Pada Proses Penyaringan Air Terproduksi(2013-07-01) Saputra, Anggi Dwi; Syarfi; KhairatProduced water is water that obtained from the process of oil mining. Based on the characteristic that the produced water is classified as to the wastewater, required treatment before being discharged into water bodies. One of the alternative technologies that can be used for produced water treatment is membrane technology. The main challenge in the use of membrane technology is fouling. This research aims to study the trans-membrane pressure on flux, study the effectiveness and efficiency of NaOH and detergent in the regeneration process of ultrafiltration membranes on operation filtration of produced water. The study was conducted using ultrafiltration membranes by feeding produced water. The method used is by varying the operating pressure of 0.5 bar and 1 bar, variations in the concentration of NaOH and Detergents 0.5%, 1% and 1,5%. Filtration process of produced water lasted for 120 minutes and each leaching time is 30 minutes, the highest effectiveness rate of 30.55% obtained by using detergent 1.5%, the highest leaching efficiency based on flux recovery value is 69.66% and 30.55% for removal resistance, the highest flux value after chemical leaching obtained 0.8950 ml/menit.cm2 in trans-membrane pressure of 0.6 bar and the concentration of the detergent 1.5%.Item PENCUCIAN SECARA KIMIA MEMBRAN ULTRAFILTRASI SISTEM ALIRAN CROSS FLOW PADA PROSES PENYARINGAN AIR TERPRODUKSI(2014-06-30) Syarfi; Khairat; Elystia, Shinta; Saputra, Anggi Dwi; Priadinanta, LeriAir terproduksi adalah air yang dihasil dari proses pertambangan minyak bumi. Air terproduksi berdasarkan karakteristiknya tergolong dalam limbah cair, diperlukan pengolahan sebelum dibuang ke badan air. Salah satu teknologi alternatif yang dapat digunakan untuk pengolahan air terproduksi adalah teknologi membran. Tantangan utama dalam penggunaan teknologi membran adalah fouling. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tekanan trans-membran terhadap fluks, mempelajari efektifitas dan efisiensi bahan pencuci NaOH dan Detergen dalam proses regenerasi membran ultrafiltrasi pada operasi penyaringan air terproduksi. Penelitian dilakukan menggunakan membran ultrafiltrasi dengan umpan air terproduksi. Metoda yang digunakan adalah dengan memvariasikan tekanan operasi 0,5 bar dan 1 bar, variasi konsentrasi NaOH dan Detergen 0,5%, 1% dan 1,5%. Proses penyaringan air terproduksi berlangsung selama 120 menit dan waktu pencucian masing-masing 30 menit. Efektifitas pencucian tertinggi mencapai 30,55% dengan menggunakan detergen 1,5%. Efisiensi pencucian tertinggi berdasarkan nilai flux recovery 69,66% dan berdasarkan nilai resistance removal 30,55%. Fluks tertinggi setelah dilakukan pencucian kimia didapat 0,8950 ml/menit.cm2 pada tekanan trans-membran 0,6 bar dan konsentrasi bahan kimia pencuci detergen 1,5%.Item Penentuan Kondisi Optimum Penyerapan Perlit Teraktifasi Terhadap Logam Berat Pb dan Cu(2013-05-04) Khairat; Zultiniar; HS, EdwardPerlit merupakan senyawa silika batuan vulkanik alamiah yang berasal dari aliran lava yang mengalami pendinginan secara langsung. Perlit memiliki kapasitas penyerapan yang tinggi, untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kemampuan perlit ternitrasi terutama dalam menyerap logam Pb dan Cu.Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan daya serap serta mencari kondisi optimum dari penyerapan perlit teraktifasi terhadap logam berat Pb dan Cu. Penelitian ini dilakukan secara kontinyu dengan menggunakan sistem kolom. Adapun variabel yang akan diuji yaitu variabel pH, ukuran partikel, serta pengaruh konsentrasi. Dari hasil analisa dengan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), didapat bahwa perlit yang digunakan sebagai adsorben mempunyai daya serap yang tinggi dimana untuk variasi pH penyerapan paling optimum terhadap logam Pb dan Cu terjadi pada pH 5 dan pH 6 dengan efisiensi penyerapanya sebesar (97,73% dan 98,53%), untuk variasi ukuran partikel penyerapan paling optimum terjadi pada ukuran partikel 140 mesh dengan efisiensi penyerapanya sebesar (98,2% dan 99,33%), dan untuk pengaruh konsentrasi penyerapan paling optimum terjadi pada konsentrasi 25 ppm dengan efisiensi penyerapanya sebesar (99,08 % dan 99,6%).Item PENGARIUH PENAMBAHAN LARUTAN SODIUM LIGNOSULFONAT BERBASIS SERBUK GERGAJI SEBAGAI WATER REDUCING ADMIXTURE UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN TEKAN BETON MORTAR(2013-03-07) Khairat; Yelmida; Amri, AmunSodium Lignosuifonat (SLS) merupakan senyawa turunan lignin yang mengalami sulfonasi. Pada penelitian ini Sodium Lignosuifonat (SLS) dibuat dari limbah serbuk gergaji dengan sodium bisulfit (NaHSOs) dan kemudian digunakan sebagai aditif "Water Reducing Admixture" (WRA) pada beton. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh SLS sebagai aditif dalam campuran beton berdasarkan jumlah penambahan SLS dan pengurangan volume air yang digunakan. Kondisi optimal yang diperoleh dari penelitian yaitu dengan kuat tekan yang dihasilkan 31,480 kg/cm^ pada campuran beton dengan penggunaan SLS 0,5% dari berat air dan pemakaian air 0,5 fraksi berat dari semen. Angka ini diatas kuat tekan beton tanpa penambahan SLS (kenaikan 66,165%).Item Pengaruh Konsentrasi Fosfor terhadap Biokonversi Reject Nanas menjadi Bioetanol(2014-01-21) Khairat; Ahmad, Adrianto; Aini, SarifahNeeds of bioethanol in Indonesia in 2011 reached 1.4 million kilo liters / year, while national production of bioethanol at present about 240 million liters / year. This suggests that ethanol demand in Indonesia is still not being met. Therefore, it is important to do research to produce bioethanol from renewable raw material or non-fossil material. Bioethanol can be made by fermentation using microorganisms help. The purpose of this study was to determine the effect of phosphorus concentration on bioconversion reject pineapple into bioethanol with a maximum ethanol content. The substrate used was obtained from the pineapple and pineapple reject microorganism used was Saccharomyces cereviciae. Bioethanol production process consists of several stages, namely preparation of raw materials, fermentation, and purification products. The independent variable in this study is the variation of the concentration of phosphorus concentration 0.04%, 0.05%, 0.06%, 0.07%, 0.08% and the fermentation time 12, 24, 36, 48, 60, 72, 84, 96, 108, 120 hours, while variable fixed at 0.3% of yeast concentration, glucose concentration of 16%, and urea concentration of 0.5%. The results showed that the optimum phosphorus concentration of 0.08% is obtained which is capable of producing ethanol by 10%, ethanol yield 6.67% and 5.12 g cell dry weight / L within 36 hours of fermentation.Item PENGARUH KONSENTRASI FOSFOR TERHADAP BIOKONVERSI REJECT NANAS MENJADI BIOETANOL(2014-03-10) Ahmad, Adrianto; Khairat; Aini, SarifahNeeds of bioethanol in Indonesia in 2011 reached 1.4 million kilo liters / year, while national production of bioethanol at present about 240 million liters / year. This suggests that ethanol demand in Indonesia is still not being met. Therefore, it is important to do research to produce bioethanol from renewable raw material or non-fossil material. Bioethanol can be made by fermentation using microorganisms help. The purpose of this study was to determine the effect of phosphorus concentration on bioconversion reject pineapple into bioethanol with a maximum ethanol content. The substrate used was obtained from the pineapple and pineapple reject microorganism used was Saccharomyces cereviciae. Bioethanol production process consists of several stages, namely preparation of raw materials, fermentation, and purification products. The independent variable in this study is the variation of the concentration of phosphorus concentration 0.04%, 0.05%, 0.06%, 0.07%, 0.08% and the fermentation time 12, 24, 36, 48, 60, 72, 84, 96, 108, 120 hours, while variable fixed at 0.3% of yeast concentration, glucose concentration of 16%, and urea concentration of 0.5%. The results showed that the optimum phosphorus concentration of 0.08% is obtained which is capable of producing ethanol by 10%, ethanol yield 6.67% and 5.12 g cell dry weight / L within 36 hours of fermentation.Item Pengaruh Konsentrasi Nitrogen terhadap Pengomposan Serat Buah Sawit dengan Teknologi Biofertilizer(2014-01-21) Ahmad, Adrianto; Khairat; Mailinda, TirtaProduction of CPO in Indonesia continues increase with increasing amount of palm oil’s production. Along with increased production of palm oil, the amount of waste generated has also increased, one of them is oil palm mesocarp fiber. The largest component in oil palm mesocarp fiber is cellulose, hemicellulose, lignin and small amounts of compounds of N, P and micro nutrients, so that potential to be processed into compost. This research objective was to determine the influence of nitrogen concentration in composting process and determine the duration of the composting process oil palm mesocarp fiber. Stages of this research include the preparation of starter, substrate preparation, preparation of bioreactor, and the composting process. Composting method used is windrow aerobic system. The composting process takes place by adding a mixed culture as a starter with concentration 30% and adding urea as nitrogen source by varying the nitrogen concentration 0%, 0.5%, 1%, 1.5%, and 2%. Parameters observed in this study were water content, pH, temperature, levels of C, N and ratio C / N. The results of this study indicate that the addition of nitrogen concentration can speed up the composting process. The optimum concentration of nitrogen obtained on nitrogen concentration of 1.5% on day 40 with C / N ratio of 14.29Item PENGARUH KONSENTRASI NITROGEN TERHADAP PENGOMPOSAN SERAT BUAH SAWIT DENGAN TEKNOLOGI BIOFERTILIZER(2014-03-10) Ahmad, Adrianto; Khairat; Mailinda, TirtaProduction of CPO in Indonesia continues increase with increasing amount of palm oil’s production. Along with increased production of palm oil, the amount of waste generated has also increased, one of them is oil palm mesocarp fiber. The largest component in oil palm mesocarp fiber is cellulose, hemicellulose, lignin and small amounts of compounds of N, P and micro nutrients, so that potential to be processed into compost. This research objective was to determine the influence of nitrogen concentration in composting process and determine the duration of the composting process oil palm mesocarp fiber. Stages of this research include the preparation of starter, substrate preparation, preparation of bioreactor, and the composting process. Composting method used is windrow aerobic system. The composting process takes place by adding a mixed culture as a starter with concentration 30% and adding urea as nitrogen source by varying the nitrogen concentration 0%, 0.5%, 1%, 1.5%, and 2%. Parameters observed in this study were water content, pH, temperature, levels of C, N and ratio C / N. The results of this study indicate that the addition of nitrogen concentration can speed up the composting process. The optimum concentration of nitrogen obtained on nitrogen concentration of 1.5% on day 40 with C / N ratio of 14.29.Item PENGGUNAAN BIOAKTIVATOR UH-1 UNTUK PENANGGULANGAN PENCEMARAN MINYAK BUMI DI LINGKUNGAN SUNGAI(2013-05-06) Edward; KhairatPenelitian ini bertujuana untuk mengetahui banyaknya pencemaran minyak bumi yang dapat ditanggulangi dan volume bioaktivator yang sesuai serta jumlah degradasi senyawa alifatik yang terjadi dalam minyak bumi .Sampel air sungai diambil dari Sungai Ukai Minas Provinsi Riau dan sample minyak bumi diambil dari Gathering Station I (GS I) Minas. Penelitian secara invitro dilakukan di Laboratorium PT. CPI , Provinsi Riau. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bioaktivator UH-1 dapat meningkatkan degradasi minyak bumi di lingkungan sungai , voleme bioaktivator yang sesuai yaitu 20 ml per 1,5 m luas area dengan lama waktu degradasi 336 jam . Hasil degrasi total minyak bumi sebanyak 45,81%, sedangkan degradasi senyawa alifatik yang terjadi dalam minyak bumi sebanyak 57,78%. Setelah dilakukan analisis variansi (ANOVA) ternyata yang sangat berpengaruh terhadap degradasi minyak bumi adalah waktu.Item UNJUK KERJA ROTATING DISK MEMBRANE MODULE (RDMM) PADA PEMURNIAN SODIUM LIGNOSULFONAT(2014-06-30) Herman, Syamsu; KhairatPembuatan Sodium Ligno Sulfonat dari serbuk gergaji dalam reaktor bertekanan( Autoklaf) mengunakan pelarut sodium bisulfit (NaHSO3), masih memiliki kemurnian yang masih rendah (TSS 150).Usaha untuk meningkatkan kemurnian SLS dilakukan dengan cara melewatkan SLS ini kedalam reaktor RDMM .yang dilengkapi dengan membran Celulosa Tri Asetat (CTA).Unjuk kerja RDMM dilihat dari fluk permeat yang diperoleh pada variasi putaran pengaduk - membran diam , putaran membran pengaduk diam, putaran pengaduk-membran, serta jarak pengaduk dengan membran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi operasi optimal (fluks besar) terjadi pada putaran pengaduk dan putaran membran 100 rpm, dengan arah berlawanan.