Browsing by Author "GINTING, MAKSI"
Now showing 1 - 1 of 1
Results Per Page
Sort Options
Item PEMBUATAN KOMPONEN ELEKTRONIK VARISTOR BERBASIS BAHAN KERAMIK OKSIDA ZnO(2013-02-21) TAMBUNAN, WALFRED; SEBAYANG, PERDAMEAN; GINTING, MAKSIVaristor berfungsi untuk melindungi alat elektronik dari bahaya tegangan yang berlebih (Kostorz, 1988). Jenis material yang umum digunakan sebagai varistor adalah SiC dan ZnO. Keramik SiC relatif lebih sulit diproduksi dibanding dengan ZnO. Disamping itu varistor ZnO mempunyai keunggulan antara lain: koefisien non linier lebih tinggi, respon lebih cepat, dan harga material bahan baku jauh lebih murah (Gupta, 1991). Penggunaan varistor sangat luas di bidang elektronik, karena varistor memiliki sifat yang non ohmik. Apabila terjadi lonjakkan tegangan (V) cukup besar maka arus (I) yang dialirkan akan kecil, karena hubungan V dan I tidak linier dan sangat tergantung pada faktor nilai konstanta non linier a ( Moulson, 1990). Umumnya produk varistor yang ada dipasaran selama ini masih diimport dari luar negeri, tetapi bila dilihat dari sumber bahan baku ZnO banyak dijumpai di Indonesia. Apabila ditinjau dari kebutuhan komponen varistor yang cenderung semakin meningkat setiap tahunnya pada produk elektronik yang diluncurkan dipasaran.. Sifat utama dari varistor adalah nilai dari koefisien non linier (a) dan sangat dipengaruhi oleh faktor bahan dan mikrostruktur dari ZnO (Moulson, 1990). Dalam fabrikasi keramik ZnO sebagai varistor digunakan beberapa macam bahan aditif yang dapat memberikan peningkatan terhadap nilai a, seperti: BiiOs, Sb203, Si02, CoO, MnO dan Cr203. Semua aditif tersebut memberikan pengaruh tertentu terhadap proses pembuatan/pembakaran, karakteristik dan mikrostrukturnya. Pengaruh aditif dapat membentuk fasa gelas serta meningkatkan nilai a dan sekaligus mengikat partikel-partikel ZnO, sehingga dapat menurunkan suhu pembakaran dalam proses fabrikasinya (Gupta, 1991).