HapsohGusmawartatiHusnah, Ujang Al2016-07-312016-07-312016-07-31978-602-74339-5-3http://repository.unri.ac.id/xmlui/handle/123456789/8587Selulosa merupakan salah satu bahan organik yang sulit sekali untuk dirombak,seperti misalnya pada kulit buah durian. Kulit buah durian merupakan limbah rumah tangga yang di buang sebagai sampah dan tidak memiliki nilai ekonomi. Kulit durian secara proporsional mengandung unsur selulosa yang tinggi (50-60%) dan kandungan lignin (5%) serta kandungan pati yang rendah. Karena memiliki kandungan selulosa yang tinggi, kulit durian memiliki kecenderungan adanya bakteri selulolitik yang berguna untuk merombak selulosa tersebut. Bakteri selulolitik memiliki kemampuan dalam menghidrolisis bahan-bahan dari alam yang mengandung selulosa menjadi produk yang lebih sederhana. Bakteri selulolitik memiliki peranan dalam proses dekomposisi selulosa secara enzimatik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bakteri yang dapat mendegradasi selulosa dan mengetahui potensi bakteri pendegradasi selulosa pada kulit buah durian. Sampel diperoleh dari TPA Muara Fajar. Isolasi dilakukan dengan metode pengenceran cawan tuang dan cawan gores menggunakan media yang mengandung Carboxymethyl cellulose (CMC). Pengamatan dilakukan secara morfologi dengan mengamati warna, bentuk, tepian dan elevasi bakteri. Hasil isolasi didapatkan 4 isolat (BKD MF1, BKD MF2, BKD MF3, BKD MF4) yang merupakan bakteri selulolitik asal kulit buah durian.en-USIsolasibakteri selulolitikkulit buah durianTPA Muara FajarIsolasi Bakteri Selulolitik Asal Kulit Buah Durian di TPA Muara FajarUR-Scientific Work Lecturer