GusmawartatiWardati2013-01-082013-01-082013-01-08wahyu sari yenihttp://repository.unri.ac.id:80/handle/123456789/1186Semakin terbatasnya lahan pertanian yang subur mengakibatkan beralihnya pertanian ke lahan-lahan marginal seperti tanah gambut. Potensi luasan lahan gambut di provinsi Riau sangat besar sehingga memerlukan penelitian dan pengkajian dalam pemanfaatan dan pengembangannya sebagai lahan pertanian. Kendala yang sering dijumpai pada tanah gambut adalah nisbah C/N dan kadar kayu yang tinggi, aktivitas mikroorganisme rendah akibatnya proses pelapukan bahan organik terhambat (lambat) sehingga penyediaan hara menjadi rendah. Mikroorganisme yang mampu menghidrolisis selulosa dinamakan mikroorganisme selulolitik yang dapat berupa jamur, bakteri, aktinomisetes maupun protozoa. Potensi pengembangan pertanian pada lahan gambut, disamping faktor kesuburan alami gambut juga sangat ditentukan oleh tingkat management usahatani yang akan diterapkan. Agar konsep pertanian berkelanjutan pada lahan gambut dapat terwujud maka diperlukan beberapa strategi pengelolaan yang benar mengenai air, tanah dan tanaman. Tanaman hortikultura yang berpotensi ekonomi untuk dikembangkan gxma memenuhi kebutuhan domestik adalah cabai. Penelitian ini bertujuan untuk menseleksi dan memperoleh strain unggul mikroorganisme selulolitik yang kompatibel pada tanah gambut sehingga dapat meningkatkan kesuburan, pertumbuhan dan produksi tanaman (cabai merah). Untuk itu te lah dilakxikan pengujian lapangan terhadap kemampuan berkompetisi dan beradaptasi strain-strain mikroorganisme selulolitik terseleksi dengan tanaman indikator cabai merah. Penelitian dilaksanakan di lahan gambut kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Riau dan Laboratorium Biologi , Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Riau mulai Mei 2008 sampai November 2008. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 ulangan dan 5 taraf pemberian mikroorganisme selulolitik dengan dosis 15 ml/tanaman yaitu : tanpa pemberian mikroorganisme selulolitik, pemberian isolat terpilih I (JS34B ; 15ml/tanaman ), isolat terpilih II (BS28E ; 15ml/tanaman), isolat terpilih III (AS36A ; 15ml/tanaman) dan campuran isolat terpilih I, II dan III masing-masing Sml/tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan Analisis of Variance (Anova) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5 %. Parameter yang diamati adalah nisbah C/N, pH, berat kering tanaman, laju pertimibuhan relatif, ratio tajuk akar, umur muncul bunga pertama, jumlah buah per tanaman, berat buah segar per tanaman dan berat buah segar per plot.enUji Kompatibilitas Beberapa Strain Unggul Mikroorganisme Selulolitik dalam Meningkatkan Kesuburan Tanah, Pertumbuhan dan Produksi Cabai Merah yang Ditanam Di Lahan Gambut.Article