Pembuatan Polyol (9,10 Asam Dihydorxy Stearat) Dari Asam Oleat Menggunakan Asam Peroksi Formiat

No Thumbnail Available

Date

2015-09-28

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Abstract

Polyol merupakan salah satu bahan untuk pembuatan bahan plastik/polymer polyuretan, yang sehari-hari banyak digunakan sebagai busa, isolasi pada pipa, karpet, pengepakan, dan sebagainya yang selama ini diperoleh dari produk turunan minyak bumi. Mengingat minyak bumi merupakan bahan baku yang tidak dapat diperbaharui dan cadangannya terbatas, maka perlu dipertimbangkan bahan baku alternatif yang bersifat dapat diperbaharui (renewable) yakni asam oleat yang berasal dari minyak nabati contoh : minyak sawit merupakan produk unggulan Indonesia yang produksinya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Polyol berbasis asam oleat (9,10 dihydroxy stearat) dibuat dengan menambahkan asam peroksi kedalam asam oleat disebut sebagai reaksi asam peroksi dengan asam oleat untuk membentuk asam oleat terepoksidasi didalam reaktor teraduk pada suhu 60 oC selama 4 jam dan menambahkan asam oleat terepoksidasi kedalam campuran alkohol, air dan sejumlah katalis asam sulfat dilakukan dalam reaktor teraduk pada suhu 50 oC selama 2 jam supaya membentuk polyol berbasis asam oleat 9,10 didydroksi stearat). Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh mol alkohol pada berbagai jenis alkohol terhadap bilangan hidroksil sehingga diperoleh kondisi yang terbaik untuk pembuatan polyol (9,10 dihydroxy stearat) Hasil penelitian menunjukkan bilangan hidroksil terbesar yakni 130,2 mg KOH/g sampel pada campuran (CH3OH:C3H7OH) dengan rasio mol:1:10

Description

Keywords

minyak sawit, hidroksilasi, polyol (9,10 dihydroxy stearat), peroksi formiat

Citation