Simulasi Model Ketahanan Pangan Nasional Dalam Menghadapi Perdagangan Bebas Analisis Pada Komoditas Gula Indonesia

No Thumbnail Available

Date

2013-01-09

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Abstract

Terdapat paling tidak dua masalah utama yang dihadapi Indonesia dalam mewujudkan ketahanan pangan komoditas gula, meliputi lingkungan internal, baik penawaran maupun permintaan, yang masih menggantungkan pasokan impor; dan lingkungan eksternal ekonomi dunia menghadapi liberalisasi perdagangan. Untuk itu diperlukan altematif kebijakan dalam meningkatkan ketahanan pangan sehingga tidak tergantung pada pasokan impor. Penelitian ini beruasha untuk: a) Menganalisis variabel penting yang mempengaruhi ketahanan pangan komoditas gula dengan membangun model ekonomi; b) Menganalisis dampak ekonomi liberalisasi perdagangan terhadap ketahanan pangan gula; c) Menyusun altematif kebijakan yang memberikan dampak positif terhadap peningkatan ketahanan pangan gula. Penelitian dilakukan menggunakan data time series periode 1970-2002 dengan membangun model ekonomi ketahanan pangan gula seeara simultan. Estimasi dilakukan menggunakan teknik 2SLS,dan analisis dampak liberalisasi dilakukan dengan teknik simulasi historis periode 2005-2010. Hasil penelitian menunjukkan beberapa simpulan penting: a) Liberalisasi perdagangan mengancam ketahanan pangan komoditas gula karena berdampak negatif terhadap penurunan harga dan produksi, meningkatkan permintaan dan petani dirugikan karena penerimaan usahataninya menurun. b) Penurunan harga domestik menurunkan produksi dan meningkatkan permintaan; pada gilirannya berdampak pada peningkatan impor yang merupakan indikasi ketidaksiapan Indonesia menghadapi liberalisasi. c) Peningkatan impor akan meningkatkan harga gula dunia sehingga dikhawatirkan selama periode 2005-2010 ketahanan pangan gula Indonesia melemah karena harus mengimpor dengan harga lebih tinggi. d) Analisis simulasi kebijakan tunggal meliputi investasi pertanian 50 persen, fasilitasi kredit pertanian 30 persen dan kebijakan subsidi pupuk 30 persen, semua berdampak positif bagi ketahanan pangan gula karena mampu meningkatkan produksi dalam menyediakan gula dengan harga yang terjangkau sehingga ketergantimgan terhadap hnpor berkurang. e) Berdasar indikator ketersediaan, aksesibilitas dan kerentanan pangan, terpilih dua kebijakan dalam memperbaiki ketahanan pangan gula Indonesia^ masmg-masing kombinasi kebijakan investasi pertanian 50 persen dan subsidi harga pupuk 30 persen; dan kombinasi kebijakan kredit pertanian 50 persen dan subsidi harga pupuk 30 persen. Kedua jenis kebijakan tersebut mendorong produksi dan pendapatan dan menyediakan pangan dengan harga lebih rendah sehingga terjangkau oleh masyarakat umum

Description

Keywords

Liberalisasi perdagangan, kebijakan pemerintah, komoditas gula, ketahanan pangan

Citation

Collections