DSpace Repository

Bioethanol dari Ampas Umbi Dahlia Sebagai Antiseptik

Show simple item record

dc.contributor.author Martynis, Munas
dc.contributor.author Sundari, Elmi
dc.contributor.author Praputri, Erti
dc.date.accessioned 2017-01-09T02:51:14Z
dc.date.available 2017-01-09T02:51:14Z
dc.date.issued 2017-01-09
dc.identifier.issn 1907-0500
dc.identifier.other wahyu sari yeni
dc.identifier.uri http://repository.unri.ac.id/xmlui/handle/123456789/8867
dc.description.abstract Bioetanol (C2H5OH) adalah cairan tidak berwarna yang merupakan hasil proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat dengan menggunakan bantuan mikroorganisme. Kegunaan bioetanol selain sebagai bahan bakar juga dapat digunakan sebagai antiseptik. Jenis alkohol antipsetik adalah etanol (60 – 90%). Produksi bioetanol membutuhkan bahan baku biomassa yang memiliki kandungan karbohidrat seperti glukosa, pati, selulosa dan lignoselulosa. Salah satu contoh sumber lignoselulosa untuk bahan baku bioetanol tersebut adalah ampas umbi dahlia. Selama ini umbi dahlia yang dimanfaatkan adalah patinya sebagai tepung untuk membuat makanan, dan bahan baku untuk pengambilan inulinnya. Sedangkan ampasnya yang berjumlah sekitar 25% berat belum dimanfaatkan. Pada penelitian ini, metode yang dilakukan ada tiga tahap yaitu, pretreatmen, hirolisis dan fermentasi. Pretreatmen untuk mendegradasi lignin menggunakan NaOH 4%, setelah itu hidrolisis dengan asam asetat (CH3COOH) 2%, 3% dan 4% selama 30 menit, dan hasil hidrolisis difermentasi dengan ragi Saccharomyces cerevisiae 4%, 5% dan 6% selama 5 hari. Kemudian, memisahkan dengan distilasi sebagai pemurnian untuk untuk memperoleh konsentrasi yang tinggi pada suhu 800C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioetanol yang digunakan untuk antiseptik diperoleh paling banyak pada penambahan asam asetat 3%, Saccharomyces cerevisiae 6%, yaitu sebesar 67,5% dengan densitas 0,875 g/cm3. Hasil penelitian menunjukkan, konsentrasi ragi yang digunakan dapat mempengaruhi konsentrasi bioetanol yang dihasilkan, sedangkan besarnya nilai gula terfermentasi tidak menjamin bahwa konsentrasi bioetanol yang dihasilkan akan tinggi. en_US
dc.description.provenance Submitted by wahyu sari yeni (ayoe32@ymail.com) on 2017-01-09T02:51:14Z No. of bitstreams: 1 23. EBT 01.pdf: 711575 bytes, checksum: 6e85f2cbce865529b0c83279f4c83587 (MD5) en
dc.description.provenance Made available in DSpace on 2017-01-09T02:51:14Z (GMT). No. of bitstreams: 1 23. EBT 01.pdf: 711575 bytes, checksum: 6e85f2cbce865529b0c83279f4c83587 (MD5) en
dc.description.sponsorship Posiding Seminar Nasional Teknik Kimia Teknologi Oleo Petrokimia Indonesia 2016 Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS RIAU en_US
dc.language.iso en en_US
dc.subject Umbi Dahlia en_US
dc.subject Bioetanol en_US
dc.subject Antiseptik en_US
dc.subject Saccharomyces cerevisiae en_US
dc.title Bioethanol dari Ampas Umbi Dahlia Sebagai Antiseptik en_US
dc.type UR-Proceedings en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account