DSpace Repository

Teknologi High Pressure Thermal Processing (HPTP) Untuk Inaktivasi Spora Mikroorganisme Dalam Pangan

Show simple item record

dc.contributor.author Evelyn
dc.contributor.author Silva, Filipa
dc.date.accessioned 2017-01-09T01:55:39Z
dc.date.available 2017-01-09T01:55:39Z
dc.date.issued 2017-01-09
dc.identifier.issn 1907-0500
dc.identifier.other wahyu sari yeni
dc.identifier.uri http://repository.unri.ac.id/xmlui/handle/123456789/8855
dc.description.abstract Spora bakteri dan beberapa fungi tahan terhadap proses pasteurisasi sehingga dapat bergerminasi dan tumbuh dalam pangan. Selain dapat menyebabkan kerusakan pangan, pertumbuhan mikroba merugikan hingga jumlah tertentu pada pangan berpotensi menyebabkan penyakit pada manusia karena mengkonsumsi pangan yang telah mengandung toksin mikroba. Proses thermal konvensional pada suhu tinggi dapat menginaktivasi spora mikroba namun dapat merusak karakteristik sensoris dan nutrisi dari bahan pangan. High Pressure Thermal Processing (HPTP) adalah metode pengawetan pangan modern yang potensial untuk menginaktivasi spora mikroba serta dapat menjaga kualitas dan nutrisi bahan pangan. Pada penelitian ini, HPTP pada tekanan 600 MPa dan suhu 70°C atau 75°C selama 30 menit diaplikasikan untuk menginaktivasi spora bakteri Clostridium perfringens dalam slurry daging dan psikrotrofik Bacillus cereus dalam susu skim, spora fungi Byssochlamys nivea dalam puree buah strawberry dan Neosartorya fischeri dalam jus apel. Proses inaktivasi juga dibandingkan dengan metode thermal pada suhu dan waktu yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HPTP dapat menurunkan jumlah spora bakteri C. perfringens sebesar 2,5 log (75°C) dan B. cereus sebesar 5,3 log (70°C). Spora fungi B. nivea dan N. fischeri dapat direduksi masing-masing sebesar 2,8 log dan 4,3 log (75°C). Terlihat bahwa spora bakteri Clostridium perfringens mempunyai tingkat ketahanan yang paling tinggi, sementara spora bakteri Bacillus cereus memiliki tingkat resistensi yang paling rendah bahkan jika dibandingkan dengan spora fungi. Proses inaktivasi thermal menunjukkan hanya 0,5 log jumlah spora bakteri yang dapat direduksi, sedangkan spora fungi tidak ada yang tereduksi. HPTP merupakan teknologi yang lebih baik daripada metode thermal untuk mereduksi jumlah spora dalam bahan pangan en_US
dc.description.provenance Submitted by wahyu sari yeni (ayoe32@ymail.com) on 2017-01-09T01:55:39Z No. of bitstreams: 1 13. TBP 05.pdf: 816590 bytes, checksum: cae7e6b20f589dc974d25e2e221fee2d (MD5) en
dc.description.provenance Made available in DSpace on 2017-01-09T01:55:39Z (GMT). No. of bitstreams: 1 13. TBP 05.pdf: 816590 bytes, checksum: cae7e6b20f589dc974d25e2e221fee2d (MD5) en
dc.description.sponsorship Posiding Seminar Nasional Teknik Kimia Teknologi Oleo Petrokimia Indonesia 2016 Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIVERSITAS RIAU en_US
dc.language.iso en en_US
dc.subject High Hydrostatic Pressure en_US
dc.subject Thermal en_US
dc.subject Bakteri en_US
dc.subject Kapang en_US
dc.subject Pasteurisas en_US
dc.title Teknologi High Pressure Thermal Processing (HPTP) Untuk Inaktivasi Spora Mikroorganisme Dalam Pangan en_US
dc.type Other en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account